Setelah Ali Khamenei Tewas, Donald Trump Ancam Iran jika Lakukan Serangan Balasan

Ancaman Trump terhadap Iran

Pemimpin Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan peringatan tegas kepada Iran agar tidak melakukan tindakan balasan setelah kematian Ali Khamenei. Ia menekankan bahwa jika Iran melanjutkan serangan, pihaknya akan merespons dengan kekuatan yang luar biasa.

Pezeshkian Tegaskan Komitmen untuk Balas Dendam

Di sisi yang berlawanan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa serangan terhadap Khamenei tidak akan dibiarkan tanpa adanya pembalasan. “Kejahatan besar ini pasti memicu respons yang kuat, lebih keras dari sebelumnya,” tulis Trump di platform Truth Social pada Sabtu (28/2), sebagai reaksi terhadap ancaman Iran.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Darah murni pemimpin tinggi ini akan mengalir seperti mata air yang deras dan akan menyingkirkan penindasan serta kejahatan Amerika-Zionis,” ujar Pezeshkian dalam pernyataannya.

Pernyataan Resmi dari Kantor Presiden

Pezeshkian juga menegaskan bahwa Iran akan bertindak dengan seluruh kekuatan negara dan dukungan dari umat Muslim serta masyarakat internasional yang peduli. “Dengan tekad penuh dan kekuatan maksimal, kami akan membuat para pelaku dan komandan besar ini merasa menyesal,” kata dia.

Eskalasi antara Washington dan Teheran terus meningkat setelah serangan gabungan AS dan Israel yang menyebabkan kematian Khamenei serta sejumlah pejabat Iran lainnya. Trump mengingatkan bahwa Iran sebaiknya mempertimbangkan langkahnya sebelum meluncurkan serangan balasan.

Sebagai bentuk penghormatan, Pezeshkian mengumumkan tambahan tujuh hari libur nasional di Iran, menambah durasi masa berkabung yang telah ditetapkan sebelumnya. (Al Jazeera/H-4)