Pemimpin Iran Dibunuh, Tiongkok Mengutuk Aksi AS dan Israel

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Tiongkok secara tegas mengutuk pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Negara itu menyerukan penyelesaian konflik melalui dialog, bukan kekerasan. Presiden Xi Jinping menyatakan tindakan tersebut merusak keamanan dan kedaulatan Iran.

Kecaman dari Tiongkok datang setelah laporan media pemerintah mengungkapkan pertemuan telepon antara diplomat utama Beijing Wang Yi dengan mitra Rusia Sergei Lavrov. Menurut kantor berita Xinhua, pembicaraan itu dimulai oleh Lavrov, yang menekankan kecaman terhadap tindakan AS dan Israel.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Tiongkok dengan tegas menentang pembunuhan terhadap seorang pemimpin negara berdaulat,” tegas Xi Jinping Minggu, seperti dilaporkan Senin (2/3/2026). “Penghentian segera operasi militer adalah keharusan mutlak.”

Dalam pesannya, Wang Yi menyebut pembunuhan tersebut sebagai pelanggaran serius norma internasional. “Situasi Timur Tengah bisa terjebak dalam krisis berdarah jika tidak segera dihentikan,” tambahnya.

Rusia juga menyampaikan kecaman serupa. Presiden Vladimir Putin menegaskan bahwa pembunuhan itu merupakan kejahatan sinis terhadap hukum internasional dan nilai moral manusia.

Beijing dalam beberapa hari terakhir telah meminta warga Tiongkok di Iran untuk segera dievakuasi. Sebagai langkah tambahan, negara itu menyarankan pemegang paspor China meninggalkan Iran melalui jalur darat bebas visa, seperti Azerbaijan, Armenia, dan Turki.

Reaksi Dunia dan Kondisi di Timur Tengah

Menurut laporan, pengeboman drone Iran menyebabkan kerusakan parah di Burj Al Arab, gedung ikonik Dubai. Sejumlah penerbangan dari Bali ke wilayah Timur Tengah dibatalkan akibat situasi yang semakin tegang.

Irak juga mengumumkan masa berkabung tiga hari setelah kejadian tersebut. Pemimpin baru Iran dilantik dan berjanji akan membalas dendam terhadap AS serta Israel.