Sugiono Hubungi Menlu Iran, Tawarkan Kembali Kesiapan RI Tengahi Konflik

Komunikasi Diplomatik untuk De-Eskalasi Tengger

Dari Jakarta (ANTARA) – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, kembali menyatakan komitmen untuk memfasilitasi upaya penyelesaian sengketa antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan ini dilakukan dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Selasa (3/3). Sugiono menegaskan bahwa Indonesia tetap siap menjadi pihak netral yang mendukung perundingan antara kedua belah pihak.

“Indonesia terus siap berperan aktif dalam mendorong perdamaian, termasuk mengungkapkan keinginan untuk menjadi fasilitator dialog dan mediasi,” ujar Menlu RI dalam unggahannya di platform X.

Dalam interaksi tersebut, Sugiono menekankan bahwa upaya mediasi didasari oleh kesamaan tujuan mencegah perang lebih besar dan melindungi masyarakat sipil. Ia juga mendorong semua pihak untuk menahan diri dan segera mengambil langkah-langkah penurunan tensi. Menurutnya, hukum internasional serta prinsip Piagam PBB harus menjadi dasar dalam menyelesaikan konflik tersebut.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Eskalasi Konflik di Timur Tengah

Amerika Serikat dan Israel, pada Sabtu, melakukan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk kota Teheran, yang menimbulkan kerusakan di infrastruktur dan menewaskan sejumlah korban, antara lain Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone serta rudal ke wilayah Israel dan aset AS di beberapa negara Teluk.

Dalam respons atas perang gerilya di wilayah Timur Tengah, Indonesia mengusulkan penghentian segera tindakan permusuhan dan menawarkan kesiapan membangun kembali kondisi damai. Pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri RI, Sabtu, menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto bersedia melakukan kunjungan ke Teheran untuk mediasi jika pihak-pihak terlibat menyetujui rencana tersebut.