Data Terbaru: Mayoritas Warga AS “Bela Iran”, Tak Mau Perang

Survei Terkini Menunjukkan Kritik Terhadap Kebijakan Trump

Dari Jakarta, CNBC Indonesia – Mayoritas penduduk Amerika Serikat (AS) mengkritik keputusan pemerintah Presiden Donald Trump dalam meluncurkan serangan militer terhadap Iran. Temuan tersebut muncul dari survei terbaru yang diterbitkan CNN International dan diadakan oleh SSRS, seperti dilansir pada Rabu (4/3/2026).

Survei menunjukkan bahwa 59% responden menyatakan ketidaksetujuan terhadap keputusan Trump untuk menyerang Iran, sementara 41% mengiyakan. Pendapat keras yang menolak (31%) jauh lebih tinggi dibandingkan dukungan kuat (16%).

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Survei yang dilakukan pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, dilakukan tidak lama setelah serangan AS dan Israel memicu konflik dengan Iran. Survei juga dilakukan setelah adanya laporan bahwa Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, terbunuh dalam serangan tersebut.

Penolakan Terhadap Aksi Militer

Mayoritas peserta survei mempertanyakan kebijakan Trump dalam menghadapi krisis tersebut. Sebanyak 60% menyatakan presiden tidak memiliki rencana yang jelas dalam penggunaan kekuatan militer di Iran, sedangkan 62% menilai Trump seharusnya meminta persetujuan Kongres untuk setiap aksi lanjutan.

Dari sisi diplomasi, hanya 27% yang menilai AS melakukan upaya cukup sebelum menggunakan kekuatan militer. Sebaliknya, 39% peserta menganggap Washington tidak cukup gigih dalam menghadapi Iran melalui negosiasi.

Krisis Diplomatik dan Potensi Eskalasi

Mengenai risiko perang berkepanjangan, 56% warga AS menganggap konflik antara negara tersebut dan Iran cukup mungkin terjadi. Bahkan 24% menyatakan kemungkinan sangat tinggi. Namun, 44% peserta survei mendukung tindakan AS untuk menggulingkan pemerintah Iran, sementara 56% menolak.

Dukungan terhadap pengiriman pasukan darat jauh lebih rendah, dengan hanya 12% yang mendukung, 60% menolak, dan 28% ragu-ragu. Angka ini naik 11 poin dibanding tahun sebelumnya.

Ketidaksetujuan Terhadap Pengiriman Pasukan Darat

Sebagian besar responden, yaitu 54%, menilai Iran akan menjadi ancaman lebih besar bagi AS akibat aksi militer. Hanya 28% yang percaya serangan tersebut bisa mengurangi risiko dari negara tersebut. Meski 89% penduduk AS pada Januari lalu menganggap Iran sebagai negara musuh, dukungan aksi militer tetap rendah.

Pendapat peserta survei menunjukkan ketidakpastian terhadap efektivitas tindakan militer. Di antara mereka yang mendukung, sekitar 40% tidak yakin bahwa langkah ini benar-benar mengurangi ancaman Iran.

Perpecahan Internal Partai Republik

Dalam isu potensi perang, Partai Republik terpecah antara pendukung dan penentang. Sebanyak 77% pemilih Republik menyatakan setuju dengan aksi militer, dibandingkan 32% independen dan 18% Demokrat. Namun, 44% di antara mereka menilai konflik berkepanjangan mungkin terjadi, sementara 44% lainnya meragukan kemungkinan tersebut.

Di tingkat publik secara keseluruhan, mayoritas responden di hampir semua kelompok demografis, termasuk pria, wanita, kulit putih, kulit hitam, dan Latino, menyatakan tidak setuju dengan aksi militer terhadap Iran. Meski demikian, 83% pemilih Republik percaya Trump