Bulan Ramadan: Periode Istimewa untuk Mengasah Amal Ibadah

Bulan Ramadan menjadi momen yang paling berkesan bagi umat Muslim. Selama masa ini, mereka berpeluang mengoptimalkan upaya spiritual untuk menambah pahala. Puasa yang dilakukan dalam bulan suci ini selalu dikaitkan dengan dua aktivitas utama, yaitu sahur dan berbuka.

Definisi Sahur dan Fungsinya

Sahur adalah kegiatan konsumsi makanan atau minuman yang dijalankan di pagi hari sebelum imsak, yaitu saat matahari terbit. Aktivitas ini bertujuan sebagai persiapan untuk menjalani puasa sepanjang hari. Meski tidak wajib, sahur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan energi selama berpuasa.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Kebiasaan Melewatkan Sahur

Beberapa Muslim terkadang memutuskan untuk melewatkan sahur. Alasan yang sering diberikan mencakup keterlambatan bangun, kurang semangat, atau merasa mampu melakukan puasa tanpa makan terlebih dahulu. Namun, mengabaikan sahur dapat mengurangi keberkahan yang disebut dalam hadits.

Anjuran Sahur dalam Syariat Islam

Sahur dianjurkan sebagai bagian dari ibadah puasa. Hal ini dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Anas RA:

“Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.” (HR Bukhari)

Menurut ajaran Islam, sahur memiliki manfaat yang luar biasa. Tidak hanya memperkuat konsistensi ibadah, tetapi juga menunjang stamina, energi, dan ketahanan tubuh. Selain itu, menjalani sahur dianggap sebagai cara untuk mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW.

Perspektif Mazhab Terhadap Fasting Tanpa Sahur

Ada berbagai pandangan mengenai sahur dalam konteks hukum puasa. Berikut penjelasan dari empat mazhab utama:

Mazhab Hanafi

Dalam mazhab Hanafi, puasa yang tidak disertai sahur tetap sah asalkan seseorang sudah berniat puasa sejak malam hari. Niat dianggap sebagai faktor utama yang menentukan sahnya ibadah.

Mazhab Shafi’i

Mazhab Shafi’i memandang bahwa sahur memiliki nilai keberkahan yang tidak bisa digantikan. Jika seseorang tidak sahur, puasanya tetap sah, tetapi berkah yang terkandung dalam sahur tidak diraih.

Mazhab Maliki

Mazhab Maliki menyatakan puasa tanpa sahur sah, tetapi lebih baik jika sahur dilakukan. Ia menekankan bahwa sahur adalah bentuk penghargaan terhadap sunnah Nabi, meski bukan bagian wajib.

Mazhab Hambali

Dalam pandangan Hambali, sahur wajib dilakukan sebagai bagian dari puasa. Mereka menegaskan bahwa tidak sahur berarti melanggar aturan yang disepakati dalam syariat.