Serangan Iran ke Pangkalan AS Lebih Akurat, Rusia Diduga Berikan Data Intelijen
Dilaporkan bahwa Rusia mengirim data intelijen ke Iran, yang membantu Teheran dalam menargetkan posisi pasukan Amerika Serikat (AS) di wilayah Timur Tengah. Informasi ini disebut memberikan keuntungan signifikan bagi Iran saat melancarkan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan militer AS serta infrastruktur militer lainnya. Beberapa hari terakhir, serangan tersebut menunjukkan tingkat presisi yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, menurut empat sumber yang mengetahui situasi tersebut.
2 Sekolah di Iran Dihantam Rudal, AS-Israel Kompak Mengaku Tak Tahu
Laporan mengenai dukungan intelijen Rusia pertama kali muncul dari The Washington Post. Menurut sumber yang mengakses data tersebut, Moskow menyediakan informasi mengenai lokasi pasukan AS, termasuk letak kapal perang, radar, serta sistem komunikasi Washington. Namun, tidak ada bukti langsung bahwa Rusia secara aktif memandu serangan rudal atau drone terhadap target-target militer Amerika.
Profil Mojtaba Khamenei, Sosok Berpengaruh di Balik Layar Jadi Kandidat Terkuat Pemimpin Tertinggi Iran Baru
Berikutnya, gambar serangan yang beredar menunjukkan bahwa infrastruktur seperti radar militer, antena satelit, dan pusat komunikasi menjadi sasaran utama di pangkalan AS di Teluk Persia. Meski Iran memiliki beberapa satelit militer, kapasitasnya dianggap lebih terbatas dibandingkan jaringan satelit Rusia. Peneliti hubungan internasional, Nicole Grajewski, mengatakan bahwa keakuratan target serangan Iran menunjukkan peningkatan kualitas intelijen.
Serangan udara Iran kali ini lebih terfokus pada sistem radar dan kendali militer AS dibandingkan konflik sebelumnya dengan Israel pada bulan Juni yang berlangsung selama 12 hari. Grajewski menilai strategi ini mirip dengan taktik militer Rusia dalam perang di Ukraina, yang biasanya dimulai dengan operasi drone berkelompok, lalu diikuti peluncuran rudal balistik.
Abbas Araghchi: Iran Terima Dukungan Politik dari Rusia dan China
Dalam wawancara dengan NBC News, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa negaranya menerima dukungan politik dari Rusia dan China. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci bentuk bantuan militer lain yang diberikan kedua negara tersebut. “Mereka mendukung kami secara politik dan lainnya,” ujarnya. Araghchi juga menegaskan bahwa kerja sama militer Iran-Rusia telah terjalin lama dan bukan rahasia.
Trump: Pembandingan Intelijen Rusia-Iran Tidak Penting
Presiden AS Donald Trump menanggapi laporan tersebut dengan nada meremehkan. Saat ditanya, ia menyebut pertanyaan mengenai bantuan intelijen Rusia kepada Iran sebagai “pertanyaan bodoh.” “Itu masalah yang mudah dibandingkan dengan apa yang kita lakukan di sini,” katanya dalam diskusi meja bundar tentang olahraga perguruan tinggi di East Room. Trump juga berpendapat bahwa operasi militer AS terhadap Iran berjalan efektif.
“Mereka tampaknya menargetkan sistem komando dan kendali pasukan AS,” kata Grajewski.

