Saat Selat Hormuz Memanas, Kekhawatiran Stok BBM Muncul di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com – Fenomena panic buying BBM muncul di tengah masyarakat saat konflik Timur Tengah memanas. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran menjadi penyebab utama ketakutan terhadap kenaikan harga minyak global. Pemerintah, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Pertamina (Persero), mengimbau warga tidak perlu terburu-buru membeli bahan bakar secara berlebihan.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak melakukan panic buying, dan tidak penimbunan yang bisa menyebabkan kelangkaan,” kata Jubir Kementerian ESDM Dwi Anggia dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).

Pimpinan Komisi I mendukung TNI siaga 1 untuk menjaga stabilitas nasional. Dwi Anggia memastikan distribusi BBM ke berbagai daerah tetap lancar, meski ada isu kenaikan harga yang muncul. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pandangan berbeda, mengusulkan kemungkinan kenaikan harga BBM subsidi akibat kenaikan harga minyak dunia.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Klarifikasi Stok BBM dari Menteri ESDM

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan terkait klaim stok BBM yang tersisa 20 hari akibat penutupan Selat Hormuz karena perang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Bahlil menyatakan kapasitas storage penampungan minyak di Indonesia sejak awal hanya 25 hari. “Kemampuan storage tempat penampung minyak kita sejak dahulu kala memang kapasitas tampungnya hanya 25 hari,” ujar Bahlil saat diwawancara di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/3/2026) malam.

Bahlil menambahkan, stok BBM saat ini mencapai 23 hari, sehingga memenuhi standar ketersediaan minimal 20 hari. “Standar kepemilikan kita, minyak kita aman. Jadi tidak perlu panik, supply tetap lancar,” lanjutnya.

Bahlil juga menjelaskan bahwa Indonesia mengimpor minyak mentah dari Timur Tengah, yaitu sekitar 20-25 persen. Namun, ia menegaskan bahwa negara ini telah menemukan pengganti, dengan beralih mengimpor dari Amerika, Nigeria, dan Brasil. “Kami dengan Pertamina sudah switch dari Middle East, kita ambil di Amerika, kemudian Nigeria, dan Brasil. Jadi tidak perlu adapanic buying,” tegas Bahlil.

Warga Diminta Tak Panic Buying, Stok BBM Dijamin Aman

Dalam hal bensin, Bahlil menyebutkan bahwa Indonesia memproduksi secara penuh dalam negeri. “Bensin tidak kita impor dari Middle East, juga tidak dari Amerika atau Afrika. Impor bensin kita dari Singapura, Malaysia, dan sebagian industri kilang dalam negeri,” jelas Bahlil.

Pramono Bicara Stok Beras dan BBM di Tengah Konflik AS-Iran, Warga Diminta Tak Panic Buying. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) meminta pemerintah antisipasi terbatasnya stok BBM jika konflik antara AS dan Iran berlangsung lama. “Kalau perang berlangsung lama, stok BBM kita terbatas. Itu bisa menimbulkan kesulitan bagi kegiatan ekonomi dan bisnis,” ujar JK dalam keterangan resmi, Sabtu (7/3/2026).

JK menilai kenaikan harga BBM dan elpiji akibat konflik Timur Tengah akan meningkatkan beban subsidi negara. “Dampaknya ke Indonesia langsung terasa di ekonomi. Harga bahan bakar naik, harga elpiji naik, dan itu berarti subsidi pemerintah akan semakin besar,” tambah JK.

Menhub Jamin Stok BBM Cukup untuk Arus Mudik Lebaran 2026

Menhub mengatakan stok BBM cukup untuk mendukung arus mudik Lebaran 2026. Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, Indonesia perlu menunjukkan sikap diplomatik yang jelas setelah AS menyerang Iran. “Insyaallah, sekalipun terjadi peperangan di Timur Tengah, kondisi kita aman. Jadi tidak perlu ada rasa suasana kebatinan yang tidak pas,” imbuh Bahlil.