Potret Warga Panic Buying LPG Gegara Perang AS-Israel Vs Iran
Di Chennai, India, warga mulai berbondong-bondong ke agen penjualan LPG untuk membeli tabung gas, Rabu. Kebiasaan ini muncul akibat gangguan pasokan energi yang dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Pusat distribusi gas menjadi tempat antrean panjang, mencerminkan ketakutan masyarakat terhadap kelangkaan bahan bakar rumah tangga.
Mengutip Reuters, Jumat (12/3/2026), kekhawatiran ini berawal setelah Qatar memutus produksi gas, berdasarkan serangan yang dilakukan Iran terhadap negara-negara Teluk. Serangan tersebut terjadi dalam konteks konflik antara Israel dan Amerika Serikat dengan Iran yang semakin memanas, memicu khawatir tentang gangguan pasokan energi global.
Krisis energi yang terjadi di Timur Tengah membuat warga India waspada terhadap risiko kekurangan LPG. Sebagai pemasok utama gas alam cair bagi negara tersebut, Qatar menjadi sorotan karena hentinya produksi gas. Tindakan ini memperbesar ketakutan bahwa pasokan bahan bakar domestik bisa terganggu.
Menteri Perminyakan India, Hardeep Singh Puri, pada Selasa (10 Maret) menegaskan bahwa tidak ada kekurangan LPG untuk kebutuhan rumah tangga. Ia berusaha menenangkan warga setelah muncul laporan tentang pembelian panik di beberapa wilayah. Pemerintah juga mengambil langkah antisipasi dengan memberlakukan kebijakan darurat dan meminta kilang minyak untuk meningkatkan produksi LPG.
Langkah-langkah ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan, terutama untuk memastikan ketersediaan bahan bakar masak yang vital bagi masyarakat. Sementara itu, sumber informasi dalam artikel ini ditambahkan sebagai preferensi utama di Google.

