Puncak Mudik Tol Pejagan-Pemalang Diprediksi 18 Maret, Ini Jadwal One Way

Dalam persiapan musim arus mudik Lebaran 2026, operator jalan tol telah mulai menyusun strategi untuk memastikan kelancaran perjalanan pengguna jalan. Ruas Tol Pejagan-Pemalang menjadi salah satu jalur yang diperkirakan akan menghadapi peningkatan signifikan jumlah kendaraan, mulai pertengahan Maret 2026. Untuk mengatasi kemacetan, penerapan skema satu arah secara resmi telah ditetapkan.

Koordinasi dengan Polisi

Direktur Utama PT Pejagan Pemalang Toll Road (PPTR) Tri Yuharlina menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan kepolisian untuk menetapkan rencana rekayasa lalu lintas. Acara pengumuman ini dilakukan di Gerbang Tol Adiwerna Tegal, Jawa Tengah, pada Kamis (12/3).

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Koordinasi intensif dengan pihak kepolisian telah dilakukan untuk menetapkan jadwal rekayasa lalu lintas,” ujar Tri Yuharlina, didampingi Direktur PPTR, Samsul Chari, dan Manajer Operasi PPTR, Uum Jumadi.

Jadwal One Way Arus Mudik

Tri Yuharlina mengatakan bahwa penerapan sistem satu arah akan dimulai pada hari Jumat, 17 Maret pukul 12.00 WIB. “Semua persiapan telah kami lakukan dengan matang,” tambahnya.

“Semua sudah kami koordinasikan dengan kepolisian untuk memastikan keamanan pengguna jalan,” jelas Tri Yuharlina.

Prediksi Volume Kendaraan

Menurut Tri Yuharlina, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, yang sesuai dengan H-3 Lebaran. Pada hari tersebut, volume kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah akan mencapai titik tertinggi.

“Secara total, volume kendaraan yang melintas di ruas ini selama musim mudik 2026 diproyeksikan mencapai 1.173.000 unit, atau meningkat 1,73% dibandingkan periode tahun lalu,” terang Tri Yuharlina.

Kendali Arus Lalu Lintas

Untuk menjaga kondisi jalan tetap aman, pengelola memastikan aspal dan fasilitas pendukung dalam kondisi optimal. Selain itu, mereka juga memberikan himbauan agar pemudik tidak terlalu lama berhenti di area istirahat.

“Gunakan layanan bungkus (takeaway) agar arus kendaraan di dalam area istirahat tetap mengalir,” tambah Tri Yuharlina.