Teka-teki Penyiram Air Keras Aktivis Kontras

Pada Kamis (12/3) malam, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh seorang atau beberapa orang tak dikenal di kawasan Jakarta Pusat. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, saat Andrie baru saja menghadiri acara podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor YLBHI.

Korban mengalami luka serius di seluruh tubuh, termasuk area tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata. Serangan tersebut membuat Andrie teriak kesakitan hingga terjatuh dari sepeda motornya.

Penyidik Polri Berupaya Mengungkap Kasus

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap kejadian ini. “Bapak Kapolri sebagai pimpinan Polri telah memprioritaskan penanganan dan pengungkapan kasus,” kata Johnny kepada wartawan di Jakarta, Jumat (13/3).

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Penyidik telah melakukan beberapa langkah, mulai dari olah tempat kejadian perkara hingga membuat laporan model A. Laporan ini dibuat karena belum ada laporan resmi dari korban. “Polri mengusut kasus berdasarkan Laporan Polisi Model A Nomor 222/III/2026/Satreskrim/Restro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya,” jelas Johnny.

Peristiwa Dimulai Saat Andrie Mengendarai Motor

Berdasarkan informasi yang diperoleh KontraS, insiden dimulai saat Andrie sedang berboncengan motor di Jalan Salemba I–Talang. Tiba-tiba, dua pelaku yang menggunakan sepeda motor matik (diduga Honda Beat) muncul dari arah berlawanan. Mereka berperan sebagai pengemudi dan penumpang, dengan ciri-ciri yang teridentifikasi: pelaku pertama mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap berbahan jeans, dan helm hitam.

Pelaku kedua menggunakan masker hitam, kaus biru tua, dan celana panjang jeans yang dilipat pendek. “Salah satu pelaku menyiramkan air keras ke tubuh korban hingga menimbulkan luka parah,” tambah Dimas Bagus Arya, Koordinator KontraS.

Pemikiran Anggota DPR

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengkritik insiden tersebut sebagai bentuk ancaman terhadap demokrasi. “Teror seperti ini sangat merusak iklim demokrasi kita, terutama jika terkait dengan aktivitas korban,” tutur Sahroni dalam keterangan resmi, Jumat (13/3).

Sebagai Bendahara Umum NasDem, Sahroni menegaskan bahwa Polri harus segera mengungkap dalang dan motif penyerangan. “Saya minta penyidik menelusuri siapa pelaku serta sebabnya secara transparan,” lanjutnya.

Sementara anggota Komisi III Soedeson Tandra menilai kasus ini perlu diinvestigasi lebih lanjut. “Ini bukan hanya soal KontraS, tapi tentang perlindungan keselamatan warga negara,” ujar Tandra. Polres Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya bersama-sama menangani kasus ini, dengan Bareskrim Mabes Polri sebagai pendukung. Pihak kepolisian mengajak masyarakat memberikan informasi untuk mempercepat penegakan hukum.