Pensiunan Diincar Penipu Jelang Lebaran, Komisaris TASPEN Ariawan Ungkap Modusnya

PT TASPEN (Persero) mulai menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk pensiunan sejak 5 Maret 2026. Dana tersebut diberikan kepada 3,2 juta penerima melalui 45 mitra pembayaran yang telah disetujui.

Waspada Penipuan Digital Saat Pencairan THR

Dengan meningkatnya akses teknologi, para pensiunan menjadi sasaran utama bagi oknum yang beraksi dengan modus penipuan. Momen pencairan dana saat Lebaran dinilai sebagai peluang bagi pelaku kejahatan untuk memperdaya korban.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Pensiunan perlu memahami bahwa momen ini sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Ada banyak teknik penipuan yang muncul, terutama saat banyak orang menerima dana secara bersamaan,” ujar Ariawan, Komisaris TASPEN, dikutip pada hari Sabtu (14/3/2026).

Tren Modus Penipuan Selama Masa Libur

Menurut Ariawan, modus penipuan selama Lebaran bukan hal baru, tetapi cara pelakunya semakin beragam. Mereka sering kali menyerang kelompok rentan, seperti pensiunan, yang kurang familiar dengan isu keamanan digital terkini.

Penipu biasanya menghubungi korban dengan berbagai alasan, mulai dari verifikasi data hingga ancaman pemblokiran rekening. Teknik ini dilakukan melalui panggilan telepon, pesan teks, atau aplikasi chatting.

Langkah Pencegahan: Verifikasi Dulu

Sebagai antisipasi, TASPEN menekankan pentingnya pemeriksaan data pribadi oleh para penerima. Jika ada pihak yang meminta informasi seperti PIN ATM, kode OTP, atau detail rekening, perlu diselidiki lebih lanjut.

Ariawan menyarankan para pensiunan untuk menghubungi langsung pihak resmi atau mitra pembayaran TASPEN jika meragukan kebenaran informasi yang diterima. Konfirmasi dua arah menjadi kunci dalam mencegah penipuan.

Pengawasan dari anggota keluarga, terutama generasi muda usia 18-45 tahun, diharapkan untuk membantu orang tua memastikan transaksi dan informasi terkait dana pensiun tetap aman.