Petaka Hantam “Surga Dunia”, Banjir Bandang & Salju Lumpuhkan Pulau
Jakarta, CNBC Indonesia – Badai kuat yang memicu hujan deras melanda Hawaii sejak akhir pekan, memicu serangkaian bencana seperti banjir bandang, longsor, hingga salju di sejumlah wilayah. Puluhan ribu penduduk dilaporkan kehilangan akses listrik, sementara curah hujan ekstrem terus mengguyur daerah tersebut. Badan manajemen darurat mencatat intensitas hujan mencapai 1 hingga 2 inci per jam, atau sekitar 2,5-5 cm per jam, di Maui, Molokai, dan Pulau Besar Hawaii.
Peringatan Banjir dan Angin Kencang
Menurut National Weather Service (NWS), badai terparah telah berlalu, namun hujan masih terus berlangsung. Peringatan banjir tetap diberlakukan untuk Maui dan Pulau Hawaii hingga Minggu malam, sekaligus disertai peringatan angin kencang di beberapa daerah. NWS mengingatkan bahwa angin sekuat ini dapat membahayakan pengemudi dan pejalan kaki, bahkan menyebabkan cedera melalui kerusakan fasilitas seperti pintu yang terbuka paksa.
“Angin sekuat ini dapat membuat mengemudi dan berjalan kaki menjadi berbahaya. Angin juga dapat membuka pintu dengan paksa atau membantingnya hingga menyebabkan cedera,” demikian peringatan NWS dalam prakiraannya, seperti dikutip The Guardian, Senin (16/3/2026).
Kerusakan di Berbagai Wilayah
Bupati Maui County, Richard Bissen, mengungkapkan beberapa wilayah di Maui menerima lebih dari 20 inci atau sekitar 51 cm curah hujan dalam 24 jam terakhir. “Kami melihat banjir, longsor, lubang runtuhan, puing-puing, dan kabel listrik yang tumbang di seluruh wilayah,” katanya dalam unggahan media sosial. Ia menyampaikan apresiasi kepada warga yang saling bantu di tengah krisis. “Mahalo karena terus saling menjaga satu sama lain,” ujarnya.
Situs pemantau pemadaman listrik PowerOutage.us mencatat lebih dari 35.000 pelanggan di Hawaii masih mengalami gangguan hingga Minggu siang. Video yang dibagikan otoritas menunjukkan jalan ambruk, kendaraan terjebak banjir, serta aliran air deras yang menghantam permukiman.
Kenangan Tak Terlupakan
Salah satu warga Maui, Tom Bashaw, menceritakan pengalamannya saat air sungai meluap dan merobohkan sebagian rumahnya di Lembah Iao. “Ketika pohon mangga dan pohon monkey pod di sekitar rumah kami mulai hanyut, kami langsung mengemas barang-barang kami,” katanya kepada media lokal. Pada hari berikutnya, ia menemukan “seluruh bagian belakang rumah sudah hilang.”
Badai Kona, fenomena khas Hawaii yang diakibatkan angin barat, juga membawa salju tebal di dataran tinggi Pulau Besar. Salju mencapai 20 inci atau sekitar 50 cm di puncak gunung, bahkan membuat kamera pemantau NASA berhenti berfungsi pada Minggu. Jesse Wald, warga Maui yang juga pialang properti, mengatakan kerusakan terlihat di berbagai titik, termasuk jalan pesisir yang runtuh akibat tergerus air. “Selama 20 tahun saya tinggal di sini, saya belum pernah melihat hujan sebanyak ini,” tambah Wald. “Rasanya seperti badai petir di Wisconsin, tetapi 10 kali lebih dahsyat.”
Dengan intensitas hujan yang luar biasa, kekacauan terus terjadi di Hawaii, mengisyaratkan dampak jangka panjang yang mungkin mengubah wajah kawasan tersebut. Seluruh operasi penyelamatan oleh Garda Nasional dan petugas pemadam kebakaran tengah berjalan untuk menangani situasi darurat yang mengancam kehidupan masyarakat.

