DPR AS Panggil Paksa Jaksa Agung Pam Bondi Terkait Berkas Epstein

Ketua Komite Pengawasan DPR AS, James Comer, mengeluarkan surat perintah pemanggilan paksa kepada Jaksa Agung Pam Bondi pada Selasa. Langkah hukum ini memaksa Bondi hadir dalam deposisi pada 14 April untuk memberikan kesaksian mengenai penyelidikan panel terhadap kasus Jeffrey Epstein. Fokus utama investigasi ini adalah evaluasi kepatuhan Departemen Kehakiman (DOJ) terhadap Epstein Files Transparency Act, undang-undang yang disahkan tahun lalu, yang memaksa pembukaan dokumen terkait Epstein ke publik.

Dalam surat tersebut, Comer menyatakan adanya pertanyaan terkait penanganan DOJ terhadap kasus Epstein dan rekan-rekannya. Ia menekankan peran Bondi sebagai Jaksa Agung dalam mengumpulkan, meninjau, dan menyetujui pengungkapan berkas-berkas tersebut. Anggota dewan dari kedua pihak politik, Republik dan Demokrat, mengeluhkan jumlah bagian yang disensor dalam dokumen yang dirilis, sehingga menuntut transparansi lebih tinggi.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Komite menyoroti pertanyaan mengenai pengelolaan investigasi oleh Departemen Kehakiman dan ketaatan terhadap Epstein Files Transparency Act,” tulis Comer dalam suratnya.

Respons DOJ

Juru bicara DOJ menanggapi pemanggilan paksa dengan menyebut langkah DPR sebagai “tidak perlu.” Ia mengatakan bahwa para pembuat undang-undang sudah diberi kesempatan langsung melihat berkas tanpa sensor di kantor DOJ. “Subpoena ini tidak diperlukan. Anggota dewan sudah diundang untuk melihat berkas asli di Departemen Kehakiman, dan Jaksa Agung selalu menawarkan waktu untuk berbicara langsung dengan konstituennya,” ujar juru bicara tersebut.

Walau demikian, DOJ belum menyatakan secara pasti apakah Bondi akan mematuhi instruksi pemanggilan paksa. Sebagai awal, Bondi dan Wakil Jaksa Agung Todd Blanche akan memberikan presentasi tertutup kepada komite pada Rabu. Langkah ini mendapat dukungan signifikan dari kedua belah pihak politik.

“Berkat kerja sama Demokrat di Komite Pengawasan, serta bantuan sejumlah anggota Republik, Jaksa Agung kini akan hadir di hadapan komite kami secara resmi. Kami ingin kebenaran, dan keadilan bagi korban,” tegas Robert Garcia, anggota senior Partai Demokrat.

Perspektif Baru dalam Penyelidikan

Pemanggilan ini menjadi bagian baru dalam upaya Kongres AS untuk mengungkap jaringan terkait kasus Jeffrey Epstein. Langkah ini bertujuan memastikan tidak ada fakta yang tertutup dari lembaga penegak hukum. (CNN/Z-2)