Horor Macet di Gilimanuk Sebabkan Pemudik Meninggal, Gubernur Koster Minta Maaf

Kemacetan parah di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, menjadi sorotan media saat arus mudik bersamaan dengan perayaan Nyepi dan Idul Fitri. Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat yang berusaha pulang ke kampung halaman. Menurut Koster, Pemprov Bali sudah berusaha meminimalkan hambatan dengan berbagai upaya sejak awal.

Dalam pernyataannya, Koster menyebutkan bahwa pihaknya telah mengadakan rapat koordinasi bersama institusi terkait seperti Polda Bali, Pangdam IX Udayana, Dinas Perhubungan, dan Forkopimda. Hasil diskusi tersebut diimplementasikan melalui pembentukan posko pengaturan lalu lintas di jalur Gilimanuk-Mengwi. ASDP, yang di bawah naungan Kementerian Perhubungan, juga menambah kapasitas perahu penyeberangan untuk menghadapi peningkatan volume kendaraan.

“Atas terjadinya kemacetan yang panjang di arah Pelabuhan Gilimanuk akibat antrean di Gilimanuk-Ketapang, saya sebagai Gubernur Bali memohon maaf atas kondisi ini,” ujar Koster.

Koster mengakui kritik dan saran dari publik menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kinerja di masa depan. Kepadatan lalu lintas di jalur menuju Gilimanuk berdampak pada mobilitas pemudik, dengan antrean hampir mencapai 35 kilometer sejak Selasa (17/3) lalu.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Kemacetan tersebut terjadi karena tumpang tindih antara hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada 19 Maret dan Idul Fitri 1447 Hijriah pada 21-22 Maret 2026. Arus kendaraan meningkat tajam menjelang hari terakhir penyeberangan sebelum pelabuhan ditutup 24 jam selama Nyepi. Meski demikian, jalur Denpasar-Gilimanuk tetap lancar.

Satu korban meninggal akibat kelelahan akibat antrean panjang. Pemudik perempuan dari Jawa Tengah yang menggunakan bus sendirian tidak mampu bertahan hingga tewas di tengah kepadatan lalu lintas yang mengular. Kejadian ini memicu keluhan masyarakat terkait kesiapan pemerintah dalam menghadapi arus mudik yang terjadi bersamaan dengan dua hari raya besar.