Sempat Diblokir Total, Iran Izinkan Kapal Jepang Lewati Selat Hormuz

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Iran kini mengizinkan kapal-kapal perdagangan dari Jepang melintasi Selat Hormuz setelah sebelumnya menerapkan blokade penuh. Keputusan ini diumumkan setelah diskusi antara Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dengan pemerintah Jepang. Sebelumnya, Iran menghentikan hampir semua aktivitas pelayaran setelah serangan dari Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.

Kebijakan Baru untuk Jalur Laut

Blokade yang diterapkan sebelumnya sempat mengganggu distribusi energi global. Namun, Iran kini memberi ruang bagi kapal non-musuh untuk melewati jalur tersebut. Araghchi menjelaskan bahwa Selat Hormuz tidak benar-benar ditutup, tetapi hanya dibatasi bagi kapal yang dianggap sebagai ancaman.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Kami belum menutup selat tersebut. Menurut pendapat kami, selat itu terbuka. Selat itu hanya ditutup untuk kapal-kapal milik musuh kami, negara-negara yang menyerang kami. Untuk negara lain, kapal dapat melewati selat tersebut,” kata Araghchi dalam wawancara dengan Kyodo News, Sabtu (21/3/2026).

Ketahanan Energi Jepang Terancam

Langkah ini sangat berarti bagi Jepang, yang bergantung pada pasokan minyak dari Timur Tengah. Tercatat, lebih dari 90% impor minyak mentah Jepang berasal dari kawasan itu, sehingga penutupan selama tiga pekan terakhir menyebabkan ketakutan akan kelangkaan energi. Araghchi menegaskan bahwa pihaknya bersedia membuka rute aman bagi kapal Jepang, asalkan ada komunikasi yang lancar.

Sistem Pemeriksaan Baru Berlaku

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sedang mengembangkan mekanisme registrasi dan pemeriksaan yang lebih terorganisir untuk kapal komersial. Sejumlah kapal, termasuk dari Jepang, telah memanfaatkan koridor aman yang dibuka di dekat garis pantai Iran. Ini menandai perubahan dari kebijakan sebelumnya yang sempat mengancam pembakaran kapal asing.

Berdasarkan laporan dari Lloyd’s List, minimal sepuluh kapal berhasil melewati Selat Hormuz menggunakan jalur ini. Kebijakan baru ini juga membuat Jepang menyusul negara-negara seperti China, India, dan Pakistan yang telah lebih dulu mendapat izin. Dengan demikian, Iran semakin menunjukkan fleksibilitas dalam mengatur lalu lintas laut.

Penyesuaian ini diharapkan meringankan tekanan pada pasokan energi Jepang, sekaligus menjaga stabilitas perdagangan internasional di wilayah strategis tersebut. (hoi/hoi) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Iran Balas Dendam, Kapal Tank Minyak Sekutu AS Disita di Selat Hormuz