Pakistan Jadi Perantara Komunikasi AS-Iran untuk Akhiri Perang
Istanbul, Antara — Pada hari Kamis (26/3), Pakistan mengumumkan perannya dalam menyampaikan pesan antara Amerika Serikat dan Iran, dengan harapan mengakhiri konflik yang berlangsung di Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, mengatakan bahwa spekulasi tentang perundingan perdamaian telah muncul di media. Namun, ia menegaskan bahwa komunikasi antara AS dan Iran berlangsung secara tidak langsung melalui pesan yang disampaikan Pakistan.
“Faktanya, pembicaraan tidak langsung AS dan Iran berlangsung melalui pesan yang disampaikan Pakistan,” ujar Dar. Ia juga mengonfirmasi bahwa AS telah mengirimkan rencana 15 poin yang sedang dipertimbangkan Iran.
Sumber di Islamabad menyatakan bahwa pekan ini menjadi momen kritis bagi kemungkinan terobosan dalam pembicaraan antara AS dan Iran. Delegasi AS diperkirakan akan datang, tetapi Iran tetap bersikap hati-hati karena belum sepenuhnya percaya.
Dar menyoroti peran Turki dan Mesir, serta pihak lain, yang mendukung inisiatif perdamaian. “Pakistan tetap sepenuhnya berkomitmen untuk mempromosikan perdamaian dan terus berupaya memastikan stabilitas di kawasan serta sekitarnya,” tambahnya. “Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan ke depan,” imbuh Dar.
Konflik Timur Tengah kini dalam status siaga setelah AS dan Israel melakukan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menyimpan aset militer AS. Serangan ini menimbulkan korban jiwa, merusak infrastruktur, dan mengganggu pasar global serta operasi penerbangan.

