Jakarta – Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa pemerintah berdukacita yang mendalam kepada tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon, dalam upacara penghormatan militer di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu. "Tentu saja, kita semua mengucapkan dukacita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan dan berdoa semoga para kusuma bangsa ini arwahnya diterima di sisi Tuhan," kata Sugiono kepada awak media usai prosesi upacara militer. Ketiga prajurit yang gugur tersebut adalah Mayor Inf.

Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Kepala Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Dua Anumerta Rizal Rhomadhon. Mereka merupakan bagian dari pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah bendera UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon). Upacara pelepasan jenazah tersebut berlangsung haru dan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, dan sejumlah pejabat teras serta anggota Kabinet Merah Putih.

Kehadiran para petinggi negara tersebut menjadi bentuk penghormatan tertinggi atas jasa dan pengabdian para prajurit yang gugur. Menlu Sugiono menyampaikan simpati yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan atas musibah ini. Ia mendoakan agar pihak keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam kehilangan putra-putra terbaik bangsa.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

"Semoga arwah yang gugur diterima di sisi Tuhan, keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dalam menghadapi musibah ini," tutur Sugiono saat memberikan penghiburan kepada pihak keluarga di lokasi penyambutan. Tiga prajurit yang gugur tersebut telah menerima kenaikan pangkat luar biasa dari pemerintah sebagai bentuk tanda jasa. Selain itu, jenazah ketiga prajurit TNI itu juga mendapatkan penghormatan terakhir dari Presiden Prabowo Subianto dan dilakukan upacara penghormatan militer.

Sebelum dipulangkan ke Indonesia, upacara penghormatan militer telah digelar oleh UNIFIL di Hanggar Lebanese Air Force, Beirut, pada Kamis (2/4) waktu setempat. Upacara tersebut dipimpin oleh Force Commander/Head of Mission UNIFIL Mayor Jenderal Diodato Abagnara, serta dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon, jajaran KBRI, perwakilan United Nations Headquarters (UNHQ) New York, unsur militer Lebanon, dan kontingen internasional. Dalam prosesi itu, sebagai bentuk penghormatan terakhir, pihak UNIFIL secara simbolis menyematkan scarf PBB pada peti jenazah dan menyampaikan belasungkawa kepada kontingen Indonesia.