KLH Temani 12 Wilayah di Sulsel dalam Upaya Pengendalian Perubahan Iklim

Makassar – Direktur Mobilisasi Sumber Daya KLH, Irawan Asa’ad, mengatakan bahwa pihaknya bertugas menemani 12 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, termasuk Luwu, dalam menjaga lingkungan dan mengatasi dampak perubahan iklim. Ia menjelaskan bahwa salah satu prioritas utama saat ini adalah pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI, yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto sejak awal tahun 2026.

Menurut Irawan, salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah penanganan sampah dari sumber. “Kami mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah di rumah, serta menerapkan prinsip 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle,” tuturnya selama bertemu dengan Bupati Luwu, Patahudding, di Rumah Jabatan Bupati.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, penerapan 3R, dan penguatan bank sampah menjadi langkah penting untuk menekan dampak lingkungan,” ujar Irawan Asa’ad.

Program Pemkab Luwu untuk Pertanian dan Lingkungan

Bupati Luwu, Patahudding, dalam pertemuan tersebut menegaskan beberapa program strategis yang dijalankan pemerintah daerah untuk melindungi ekosistem. Salah satu langkahnya adalah penanaman pohon produktif di berbagai area, termasuk di jalan raya dan daerah rawan longsor.

“Kami memilih tanaman buah agar masyarakat merasakan manfaatnya, sekaligus sebagai upaya mengurangi penebangan liar,” jelas Bupati Patahudding.

Program ini juga melibatkan penanaman pohon durian di antara kebun cengkeh. Tindakan ini bertujuan memperkuat struktur tanah, karena akar cengkeh dianggap kurang efektif dalam mencegah longsor. Menurut Bupati, durian memiliki peran penting dalam mengikat tanah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Fokus pada Pengelolaan Sampah Terpadu

Di sisi lain, pertemuan tersebut juga menyoroti pengelolaan sampah yang menjadi prioritas Pemkab Luwu. Bupati menekankan perlunya sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, mulai dari pengumpulan hingga daur ulang.

“Sistem pengelolaan sampah yang terpadu dari hulu hingga hilir adalah kunci dalam menjaga kualitas lingkungan,” ujar Bupati Patahudding.