DKI Jakarta Dukung Pemantapan Sistem Pengendalian Banjir dengan 25 Pompa Bergerak

Pemprov DKI Jakarta, melalui Dinas SDA, sedang membangun 25 unit pompa bergerak berkapasitas tinggi untuk menghadapi potensi banjir sebelum proyek pompa besar di Ancol selesai.

“Semuanya akan beroperasi secara mobile,”

kata Ika Agustin, kepala dinas tersebut, saat dijumpai di lokasi pembangunan sistem tata air di Pademangan, Jakarta Utara, Selasa.

Dalam upaya meningkatkan ketahanan terhadap genangan air, Pemprov DKI juga merencanakan penambahan lima pompa raksasa di wilayah Ancol, Jakarta Utara. Pompa ini dirancang untuk mengatasi banjir rob di daerah pesisir. Dengan penambahan tersebut, kapasitas sistem tata air akan tumbuh signifikan, terutama di zona rentan seperti Pademangan dan Gunung Sahari.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Sistem pompa di kawasan Ancol akan terhubung dengan pompa pusat di Sentiong Ancol, yang memiliki daya sekitar 40 meter kubik per detik atau 40.000 liter per detik. Gabungan kapasitas dari 25 pompa mobile dan 5 pompa besar ini akan menciptakan total daya pengendalian air sebesar 80 meter kubik per detik atau 80.000 liter per detik.

Proyek ini menjadi bagian dari Jaktirta Project yang menargetkan pembangunan di lima wilayah Jakarta. Ika Agustin menuturkan, pompa yang digunakan memiliki teknologi motor vertikal, didatangkan dari produsen internasional. Sistem ini akan mengubah Ancol menjadi area polder dengan luas sekitar 5.000 hektare. Air dari sana akan dialirkan langsung ke laut sebagai komponen penting dalam strategi pengendalian banjir terpadu.

Menurut Ika, proyek ini sudah mulai dikontrak sejak Desember 2025 dan direncanakan beroperasi pada 2027. Selain itu, sebagian besar sistem akan siap digunakan pada Mei 2027, yang bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Jakarta.