Mendukbangga sebut pentingnya pengawasan distribusi MBG 3B di SPPG
Dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyoroti pentingnya pengawasan distribusi MBG 3B di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai upaya memastikan program tersebut berjalan optimal. Ia menyebut kondisi geopolitik global saat ini berdampak pada kebijakan internal di kementerian/lembaga, sehingga MBG dianggap sebagai salah satu bentuk dukungan untuk ketahanan pangan.
Menurut Wihaji, pengawasan terhadap SPPG harus ditekankan agar pelayanan dan kualitasnya tetap terjaga. “Program MBG perlu dijaga dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat yang menjadi prioritas,” tegasnya. Ia menambahkan, penguatan pelaksanaan program prioritas Presiden juga menjadi fokus utama, terutama bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B), mengingat Kemendukbangga/BKKBN memiliki tanggung jawab sesuai Peraturan Presiden Nomor 115 Pasal 47.
“Petugas lapangan diharapkan terus melakukan pengawasan terhadap SPPG agar distribusi MBG tetap tepat sasaran dan konsisten,” ucap Wihaji. Ia juga meminta kepala perwakilan provinsi untuk memantau distribusi harian guna memastikan program berjalan sesuai rencana.
Sebagai tindak lanjut, Wihaji menekankan perlunya koordinasi lintas unit kerja untuk menjaga keberlanjutan berbagai inisiatif Kemendukbangga/BKKBN. Hal ini mencakup pelayanan Keluarga Berencana (KB), aplikasi Elektronik siap menikah dan siap hamil (Elsimil), program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Sekolah Lansia, serta tindak lanjut Peraturan Pemerintah tentang PP Tunas.
Dengan pengawasan yang baik, Wihaji optimis Indonesia dapat menghadapi tantangan sehari-hari. “Saya percaya bahwa program prioritas ini akan menjadi penentu keberhasilan dalam menjaga kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

