Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menegaskan perlindungan anak harus menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden dugaan peluru nyasar yang melukai dua anak di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. "Peristiwa ini menjadi perhatian serius. Negara harus hadir memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan maksimal serta pemulihan yang menyeluruh, baik secara fisik maupun psikologis.
Kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi prioritas utama," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Rabu. KemenPPPA telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Jawa Timur dan UPT PPA Kabupaten Gresik untuk memastikan penanganan korban dilakukan secara komprehensif, meliputi layanan kesehatan, pendampingan psikososial, serta perlindungan dari potensi tekanan maupun intimidasi terhadap korban dan keluarganya. Ia menekankan pemulihan korban tidak boleh berhenti pada penanganan medis awal, melainkan harus dilanjutkan dengan rehabilitasi berkelanjutan hingga anak benar-benar pulih.
"Korban membutuhkan pendampingan psikologis yang berkelanjutan. Kami memastikan layanan pemulihan trauma diberikan secara komprehensif agar kondisi anak dapat kembali optimal," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi. Sebelumnya, insiden dugaan peluru nyasar terjadi ketika murid-murid sedang mengikuti kegiatan sosialisasi sekolah di salah satu SMP Negeri di Gresik, Jawa Timur, Rabu (17/12/2025).
Ada dua anak yang menjadi korban peluru nyasar, yakni inisial DF (14) dan RO (15). Sementara sekitar 2,3 kilometer dari sekolah korban, terdapat lapangan tembak TNI AL yang ketika itu sedang ada latihan menembak rutin. Pasca insiden, keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang, Jawa Timur, untuk menjalani perawatan intensif.
Dari hasil rontgen, ditemukan peluru bersarang di tangan kiri DF dan di punggung kanan RO. Korban DF dan RO selanjutnya menjalani operasi besar untuk pengambilan peluru. DF mengalami patah tulang di telapak tangan kirinya, dan dipasang pen.

