Australia: Lebanon Perlu Terlibat dalam Kesepakatan Gencatan Senjata Timur Tengah

Pada Rabu (9/4), Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyatakan bahwa pemerintah negara tersebut yakin Lebanon harus terlibat dalam kesepakatan gencatan senjata di Timur Tengah. “Saya percaya bahwa (gencatan senjata) ini juga harus mencakup Lebanon,” ujarnya. Albanese menegaskan bahwa Australia berharap melihat perdamaian yang meliputi seluruh wilayah Timur Tengah. Ia menambahkan bahwa banyak warga Australia merasa prihatin terhadap situasi yang terjadi di Lebanon, yang tidak hanya berdampak lokal tetapi juga global.

Upaya Diplomatik Internasional

Canberra menyambut baik kesepakatan gencatan senjata dua minggu yang ditandatangani oleh AS dan Iran, yang bertujuan membuka ruang perundingan untuk menyelesaikan konflik regional. Otoritas Australia juga menyatakan bahwa mereka bekerja sama dengan mitra internasional untuk mendukung pemulihan perdagangan melalui Selat Hormuz, guna menjaga pasokan sumber daya penting.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Saya tahu bahwa banyak warga Australia prihatin dengan peristiwa yang terjadi di Lebanon. Ini bukan hanya masalah dampak di sana, tetapi juga dampak yang ditimbulkannya di seluruh dunia,” tutur Albanese.

Selama dua hari sebelumnya, serangan Israel terhadap Lebanon menyebabkan 254 korban tewas dan lebih dari 1.100 luka. Grup pejuang Lebanon, Hizbullah, menyatakan komitmen untuk membalas serangan tersebut. Serangan Israel diluncurkan hanya sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dua minggu dengan Iran pada Selasa (7/4).

Menurut laporan ITV Emma Murphy, Presiden Prancis Emmanuel Macron sedang memimpin upaya diplomatik Eropa untuk menekan agar Lebanon diakui sebagai bagian dari kesepakatan antara AS dan Iran. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, juga mendesak inclusion Lebanon dalam gencatan senjata tersebut. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, mengutuk serangan Israel terhadap Lebanon dan menekankan perlunya memperluas cakupan gencatan senjata.

Menanggapi serangan Israel, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata antara AS dan Iran. Sementara itu, Trump menegaskan bahwa penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran, karena keterlibatan Hizbullah dalam konflik tersebut.