Percepatan pengembangan Blok Masela lindungi kedaulatan ekonomi RI

Proyek strategis nasional memasuki fase kritis

Jakarta – Satya Hangga Yudha Widya Putra, Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menekankan bahwa percepatan pengembangan Blok Masela tidak hanya berfokus pada target produksi, tetapi menjadi langkah penting dalam memastikan kedaulatan ekonomi Indonesia. Menurutnya, setelah berkali-kali menunggu selama lebih dari dua puluh lima tahun, Lapangan Abadi di Blok Masela, Maluku, kini menghadapi momen penting yang berpengaruh besar.

“Proyek ini memasuki tahap baru dengan dimulainya konstruksi fisik di bulan Februari lalu, sebuah bukti bahwa usaha ini telah bergerak dari diskusi administratif menjadi tindakan nyata di lapangan,” ujar Hangga.

Ketenangan eksternal memicu perubahan dinamis

Selama acara Silahturahmi Pengabdian Mata Garuda, di Jakarta pada Jumat (10/4/2026), Hangga menyoroti bagaimana konflik di Timur Tengah yang mengganggu jalur Selat Hormuz memberikan tekanan terhadap pasar migas. Ketidakstabilan geopolitik global, menurutnya, semakin memperkuat kebutuhan untuk mengembangkan sumber daya dalam negeri.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Ketersediaan energi sebagai penopang stabilitas ekonomi

Dalam situasi di mana harga minyak mencapai 110 dolar AS per barel, Hangga menegaskan bahwa ketergantungan pada impor tetap menjadi masalah. Meski sumber pasokan telah diperluas ke Amerika Serikat, Afrika, dan Australia, tekanan pada neraca perdagangan masih terasa. “Blok Masela hadir sebagai benteng lokal yang akan mengurangi risiko ketergantungan tersebut,” jelasnya.

Langkah konkret dalam proses pengembangan

Pengembangan proyek ini telah mencapai titik penting dengan ditandatangani MoU antara Inpex dan PT Pertamina (Persero) pada 30 Maret 2026. Saat ini, SKK Migas sedang memfasilitasi negosiasi intensif pembelian LNG sebagai syarat wajib untuk mempercepat keputusan investasi akhir (FID).