Uni Eropa Tergantung 100 Persen pada China untuk 17 Bahan Baku Penting

Dalam sebuah forum yang diadakan di Madrid, Wakil Presiden Eksekutif Komisi Uni Eropa, Stephane Sejourne, menyatakan bahwa UE hampir sepenuhnya bergantung pada China untuk memperoleh 17 bahan baku kritis. “Ketergantungan pada China terhadap 17 bahan baku tersebut mencapai tingkat yang sangat tinggi,” ujarnya. Hal ini menciptakan risiko terhadap stabilitas ekonomi UE, terutama dalam konteks transisi ke ekonomi yang semakin digital.

Pernyataan Sejourne

“Kita mengalami ketergantungan hampir mutlak terhadap China untuk bahan-bahan ini,” kata Sejourne. Ia menekankan bahwa keadaan ini berpotensi mengancam keamanan ekonomi, terutama saat perusahaan-perusahaan UE bergerak menuju sistem yang lebih bergantung pada teknologi digital.

Sebagai respons, Uni Eropa sedang berupaya membangun ketahanan dengan meningkatkan produksi bahan baku di dalam wilayahnya. Strategi ini melibatkan pengembangan industri pertambangan dan pengolahan bahan mentah lokal, serta memperluas kerja sama dengan negara-negara lain untuk mengurangi ketergantungan pada satu pemain utama. “Kita ingin menurunkan persentase ketergantungan hingga di bawah 60 persen,” tambahnya.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Langkah Strategis UE

Ketergantungan yang tinggi pada China juga dianggap sebagai hambatan dalam mencapai tujuan diversifikasi pasokan. Sejourne menyebutkan bahwa China kerap menurunkan harga secara agresif, yang menurutnya mengurangi daya tarik investasi bagi UE. Oleh karena itu, blok tersebut sedang mengevaluasi kerja sama dengan negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan.

Dalam upaya mewujudkan strategi ini, Uni Eropa berencana mengalokasikan sekitar 3 miliar euro dalam 12 bulan mendatang. Dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat pengembangan bahan baku lokal serta memperkuat rantai pasok. Sumber: Sputnik/RIA Novosti