Pramono Soroti Praktik Premanisme di Balik Predikat Jakarta Teraman

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengkritik adanya tindakan premanisme di kota yang berhasil menempati peringkat kedua sebagai kota teraman di Asia Tenggara (ASEAN) menurut Global Residence Index edisi 2026. Meski predikat tersebut diberikan oleh survei dunia, ia menekankan bahwa keamanan Jakarta masih terganggu oleh kejadian-kejadian di lapangan, terutama yang melibatkan masyarakat umum.

Kasus Pemalakan di Tanah Abang

Salah satu insiden yang menjadi sorotan adalah aksi pemalakan terhadap pedagang bakso di Tanah Abang. Pramono menyatakan bahwa kejadian ini memperlihatkan bahwa keamanan kota tidak hanya diukur dari data survei, tetapi juga dari pengalaman langsung warga. “Kami terus memperhatikan hal-hal seperti itu, karena bisa memengaruhi persepsi masyarakat,” ujarnya.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Saya langsung menelepon Kepala Dinas Satpol PP untuk mengambil tindakan. Siapa pun yang memalak dan merusak barang dagangan korban akan ditangkap,” kata Pramono.

Dalam respons cepatnya, Pemprov DKI Jakarta memastikan bahwa tindakan premanisme tidak akan ditoleransi. Pelaku pemalakan di Tanah Abang, yang juga merusak mangkuk milik tukang bakso, telah diamankan dan ditahan. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan solusi kepada laporan masyarakat secara timbul.

Kondisi Jakarta sebagai Kota Metropolitan

Menurut Pramono, Jakarta sebagai kota metropolitan dengan populasi lebih dari 11 juta penduduk memiliki dinamika sosial yang kompleks. Jika dihitung dalam wilayah aglomerasi, jumlah warga mencapai hampir 42 juta jiwa, menurut data PBB. Dengan kondisi tersebut, potensi gangguan keamanan tetap ada, tetapi penting bagaimana pemerintah bisa hadir dan menyelesaikan masalah secara cepat.

Pramono menambahkan bahwa upaya menjaga kota aman memerlukan partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian yang memicu kecemasan. Kolaborasi antara aparat dan warga, menurutnya, akan memastikan keamanan merata hingga ke tingkat pedagang kecil serta sektor informal. “Kami ingin Jakarta tidak hanya unggul dalam peringkat, tetapi juga nyaman bagi seluruh penduduknya,” jelasnya.

Viralnya Video Pemalakan

Selain itu, video pemalakan yang viral di media sosial menyoroti masalah ini. Dalam rekaman yang diunggah oleh @jabodetabek24info, seorang pria berjaket biru dan celana pendek biru memecahkan mangkuk milik tukang bakso di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (9/4). Awalnya, pelaku mengambil mangkuk dari gerobak, lalu menghancurkannya satu demi satu hingga pecah.