Erick Ibrahim Junior Dapat Banyak Pelajaran dari IBL All-Star 2026
Debut dalam Pertandingan Bintang Liga
Kota Bandung menjadi tempat penyelenggaraan Indonesian Basketball League (IBL) All-Star 2026, yang kembali diadakan setelah tidak digelar selama 12 tahun. Pertandingan ini menjadi pengalaman pertama bagi Erick Ibrahim Junior, pemain muda Dewa United Banten, untuk bermain dalam laga yang mengumpulkan para bintang dari berbagai tim. Menurut Erick, acara ini lebih dari sekadar hiburan, melainkan kesempatan berharga untuk belajar dari atlet senior.
“Ini pertandingan pertama saya dan cukup menyenangkan, karena bisa bermain bersama pemain-pemain hebat,” ujar Erick setelah mengikuti pertandingan antara tim Yudha dan Prastawa di Bandung Arena.
Atmosfer kompetitif namun santai dalam IBL All-Star, menurut Erick, membantu dirinya menikmati permainan sekaligus mengambil ilmu dari para pemain yang lebih berpengalaman. Meski pertandingan tidak menargetkan hasil akhir, intensitasnya tetap terasa, memberikan tantangan bagi pemain muda seperti dirinya.
Dalam acara ini, Erick juga menilai bahwa kebersamaan antar pemain dari tim berbeda menjadi faktor penting. Mereka yang biasanya bersaing di kompetisi reguler kini saling berbagi pengalaman dan memperkuat hubungan. “Hasil menang atau kalah bukan fokus utama, yang terpenting adalah kebersamaan dan kesenangan bermain,” tambahnya.
Erick tampil cukup impresif, membantu tim Yudha yang dipimpin Yudha Saputera (Satria Muda Pertamina Bandung) mengatasi tim Prastawa yang dikapteni Andakara Prastawa (Pelita Jaya Jakarta) dengan skor 117-106. Selain pertandingan utama, IBL All-Star juga menyajikan rangkaian kegiatan seperti ekshibisi IBL Future Challenge, 1 On 1 Challenge, serta Celebrity Games yang diikuti selebritas dan mantan pemain.
Para artis dan tokoh yang turut serta dalam Celebrity Games meliputi Samuel Rizal, Antonius Joko Endratmo, Augie Fantinus, Ryan “Pebasket Ojol”, Calvin Jeremy, dan King Aloy. Mereka meniru gaya permainan Ses Yola, pemain voli nasional Yola Yuliana, dalam sesi yang menambah keseruan acara. Erick berharap pelajaran dari pengalaman ini bisa diterapkan dalam pertandingan reguler, agar kemampuan bermainnya terus berkembang.

