Tim Tenis Putri Indonesia Lolos Playoff BJK Cup, PELTI Siapkan Strategi Berikutnya

Jakarta – Setelah memperoleh tiket ke babak playoff kualifikasi Piala Billie Jean King (BJK), Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) sedang merencanakan langkah strategis untuk mengembangkan para pemain. Sekretaris Jenderal PELTI, Andi Fajar, menyatakan bahwa federasi tengah berusaha memberikan pengalaman bertanding lebih banyak kepada atlet, khususnya bagi para pemain yang belum banyak berpartisipasi dalam turnamen internasional. “Program tersebut telah berjalan. Para pemain akan memilih kompetisi yang sesuai untuk menambah poin,” tutur Andi melalui telepon kepada ANTARA, Minggu.

Tim Nasional Tenis Putri Berada di Posisi Runner-up Grup I Asia Oceania

“Selamat untuk tim yang berhasil mencapai tahap selanjutnya. Ini adalah perjuangan luar biasa, mereka menunjukkan kekompakan dan mampu meraih posisi runner-up,” ujar Andi.

Dalam ajang yang diadakan di New Delhi, India, pada 7 hingga 11 April, Indonesia mencatatkan skor 4-1. Tim nasional yang diperkuat Janice Tjen, Aldila Sutjiadi, Priska Nugroho, Anjali Junarto, Meydiana Laviola, serta Christopher Rungkat sebagai kapten, berhasil mengalahkan Selandia Baru, Mongolia, India, dan Korea, tetapi kalah dari Thailand di hari terakhir pertandingan.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Dengan keberhasilan ini, PELTI melihatnya sebagai momen penting setelah penantian berkepanjangan sejak 2004. Andi menegaskan bahwa membangun tim untuk kompetisi beregu putri yang tinggi klasennya tidak mudah, memerlukan proses panjang serta konsistensi dalam pembinaan. “Ini adalah perjalanan yang berat. Turnamen ini termasuk yang paling bergengsi di tenis putri,” jelasnya.

PELTI Fokus pada Pengembangan Pemain Muda untuk Ajang Masa Depan

Di sisi lain, PELTI berencana menyiapkan tim secara intensif guna menghadapi babak playoff qualifier BJK Cup yang akan berlangsung di November mendatang. Federasi juga terus memantau hasil pertandingan negara-negara lain yang juga bersaing dalam babak tersebut. Beberapa tim kuat seperti Jepang, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Slovenia, Polandia, serta Swiss atau Ceko berpotensi menjadi lawan Indonesia. “Kita masih menunggu hasil undian untuk mengetahui lawan berikutnya,” tambah Andi.

Dalam rangka memperkuat basis pemain, PELTI mengikutsertakan Anjali Junarto dan Meydiana Laviola dalam turnamen internasional, minimal kategori W15, guna menambah pengalaman dan poin. Kedua atlet ini akan mengikuti laga di Singapura dan Malaysia sebagai bagian dari program pembinaan. “Semua aktivitas yang dijalankan PELTI terintegrasi, termasuk untuk persiapan berbagai event besar, seperti Asian Games 2026,” kata Andi.

Dengan kemenangan yang diraih, PELTI optimis peluang Indonesia di tingkat Asia semakin terbuka, baik dalam nomor tunggal maupun ganda. “Kami yakin, sektor putri memiliki potensi yang baik. Yang terpenting, para atlet tetap dalam kondisi terbaik dan terhindar dari cedera,” pungkas Andi.