Alcaraz Akui Tidak Bermain Bagus Melawan Sinner di Final Monte-Carlo
Dari Jakarta, Carlos Alcaraz mengakui kinerjanya kurang memuaskan pada kesempatan kritis saat melawan Jannik Sinner di babak final turnamen Monte-Carlo Masters, yang akhirnya menyebabkan kegagalan petenis Spanyol tersebut mempertahankan gelarnya.
“Alcaraz mengatakan bahwa dalam momen-momen penting, ia tidak memberikan performa terbaik,” kata petenis tersebut sebagaimana dikutip dari ATP, Senin. “Ia merasa memiliki banyak peluang yang tak dimanfaatkan, termasuk banyak poin 15-30 dan 0-30.”
“Dalam tie-break pertama, kinerjanya juga tergolong kurang memuaskan, sementara Sinner menunjukkan kehebatan tenisnya pada momen kritis,” tambah Alcaraz. “Menurutnya, hal tersebut menjadi faktor utama dalam pertandingan hari ini.”
Meski dalam kondisi berangin, Alcaraz sempat unggul satu break di kedua set namun gagal memperoleh keuntungan maksimal. Ia membuat kesalahan fatal saat tertinggal di tie-break set pertama, lalu kehilangan keunggulan 3-1 di set kedua, berujung pada 45 kesalahan sendiri.
Kinerja di Lapangan Tanah Liat
Dalam pertandingan head-to-head, Sinner menambahkan kemenangan ke-7 dari total 10 pertandingan melawan Alcaraz, termasuk 2 kemenangan di lapangan tanah liat. Meskipun Alcaraz pernah mengalahkan Sinner di final Roland Garros dan Roma tahun sebelumnya, ia tidak terkejut dengan performa Sinner di Monako.
Kemajuan Sinner di Peringkat Dunia
“Kita telah melihat level Jannik di lapangan tanah liat dan saya pikir dia telah banyak berkembang dari tahun ke tahun,” kata Alcaraz tentang Sinner yang menggeser peringkatnya di posisi No.1 dunia. “Saya pikir dia mencapai level di lapangan tanah liat yang akan sangat berbahaya bagi semua orang. Saya sama sekali tidak terkejut, karena kita bisa melihat level permainannya tahun lalu di Roland Garros.”
Setelah meninggalkan Monte-Carlo, Alcaraz mencatatkan rekor 21-3 selama musim ini berdasarkan indeks menang/kalah ATP. Ia siap menghadapi turnamen ATP 500 di Barcelona pada minggu depan.
