Scarlett Johansson cerita tekanan jadi aktris muda awal 2000-an

Dilansir Variety, pada hari Minggu (12/4) waktu setempat, aktris Scarlett Johansson membuka pembicaraan tentang perjalanan kariernya sebagai bintang muda di industri perfilman Hollywood. Ia mengungkapkan bahwa dekade awal 2000-an adalah masa yang penuh tantangan, terutama bagi aktris perempuan.

Kesulitan dalam membangun identitas

Scarlett mengatakan bahwa pada masa itu, sosial sering kali mengadili perempuan berdasarkan penampilan mereka. “Itu sulit. Tekanan terhadap penampilan perempuan sangat besar. Pilihan peran atau peluang yang ditawarkan jauh lebih terbatas dibandingkan sekarang,” ujarnya kepada CBS Sunday Morning.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Anda akan mudah terjebak dalam satu tipe peran dan terus diberi tawaran yang sama. Biasanya hanya jadi perempuan lain, selingan, atau sosok seksi. Itu adalah pola karakter yang dominan saat saya seusia itu,” tambahnya.

Perubahan dalam dua dekade

Dua puluh tahun kemudian, Scarlett merasa senang melihat lebih banyak peran yang memberdayakan untuk perempuan muda. “Saya melihat perubahan yang signifikan. Sekarang ada lebih banyak peluang yang menantang dan memperkaya identitas kita,” imbuhnya.

Pelarian melalui dunia teater

Sebagai cara untuk menghindari keterbatasan tersebut, Scarlett beralih ke dunia teater di New York City. Mengambil jeda dari Hollywood membantunya belajar menunggu “peran yang tepat”, alih-alih terus bekerja tanpa henti.

“Itu sesuatu yang saya pelajari seiring waktu, tapi memang berat. Setiap kali terlibat dalam proyek, terasa bahwa itu bisa menjadi proyek terakhir, sehingga ketika ada kesempatan, merasa harus mengambilnya. Meskipun mungkin tidak bervariasi seperti proyek yang benar-benar memberi kesenangan,” katanya.

Kompetisi dan keinginan untuk tetap relevan

Scarlett menegaskan bahwa semua aktor mengalami hal serupa, karena industri ini sangat kompetitif. “Dan ketika Anda sudah mendapat perhatian, Anda ingin tetap mempertahankannya. Itu naluri, terutama bagi aktor muda, bahkan semua aktor,” tutur dia.

Titik balik kariernya

Dalam usia 17 tahun, Scarlett berhasil meraih peran penting dalam film drama “Lost in Translation” tahun 2003. Beberapa film awalnya termasuk “The Perfect Score”, “Match Point”, “The Prestige”, “The Other Boleyn Girl”, dan “Iron Man 2”.