Kalahkan Estrada, Nasukawa Jadi Penantang Wajib Gelar Juara Dunia WBC

Pertandingan tinju profesional kelas bantam antara Tenshin Nasukawa dan Juan Francisco Estrada berlangsung di Yyogoku Kokugikan, Jepang. Kemenangan Nasukawa, yang di bawah bendera Teiken Promotions, mengantarkan dia menjadi penantang wajib untuk gelar juara dunia World Boxing Council (WBC).

“Nasukawa mendapatkan kemenangan melalui KO teknis di ronde kesembilan setelah menerjang Estrada dengan deretan pukulan terus-menerus,” demikian informasi dari WBC dalam laman resminya yang dilihat di Jakarta, Senin.

Sejak pertandingan dimulai, Nasukawa langsung menunjukkan dominasi dengan kecepatan dan akurasi tendangan yang luar biasa. Ia memanfaatkan kecepatan tubuh untuk mengatur jarak dan menghindari serangan Estrada, sambil terus meneror pertahanan lawannya. Dominasi ini membuat Estrada kesulitan merespons secara efektif, terutama di ronde pertama.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Dalam ronde keempat, Estrada berusaha membalikkan situasi dengan mengandalkan pengalamannya di level elite. Ia menggunakan teknik bertahan yang mantap serta beberapa serangan balik untuk mengganggu Nasukawa. Namun, kecepatan gerakan dan pukulan Nasukawa tetap menjadi ancaman utama, sehingga upaya Estrada tidak cukup memicu perubahan drastis.

Kemenangan terus mengalir seiring Nasukawa memperkuat serangannya mulai ronde keenam. Pukulan keras yang ia hujani ke tubuh Estrada mulai menguras energinya, membuat lawan semakin tertekan. Tekanan berkelanjutan ini membuat Estrada terus terpojok, sementara responsnya lambat akibat kelelahan yang terus menumpuk.

Di ronde kesembilan, Nasukawa mengakhiri laga dengan serangan mematikan. Deretan pukulan tanpa henti membuat Estrada tak mampu menjaga keseimbangan, sehingga pertandingan dihentikan untuk melindungi keselamatan petinju Meksiko itu. Kubu Estrada memutuskan tidak melanjutkan ke ronde ke-10.

Status Baru dalam Karir Profesional

Dengan kemenangan ini, Nasukawa memperkuat posisi sebagai bintang baru di kelas bantam. Ia kini memiliki delapan kemenangan, termasuk tiga kali KO, yang menunjukkan kemajuannya dalam transisi dari kickboxing ke tinju profesional. Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam menghadapai juara bertahan di divisi tersebut.

Sementara itu, kekalahan Estrada memberi dampak signifikan pada karirnya. Petinju yang sebelumnya tercatat dengan 44 kemenangan (28 KO) dan lima kekalahan kini harus mengupdate rekor menjadi 44-28-5. Kekalahan ini juga menghentikan harapan Estrada untuk merebut gelar juara dunia kembali.