Program MBG Topang Kepuasan Publik terhadap Kinerja Pemerintah
Jakarta – Sebuah survei yang dilakukan oleh Poltracking Indonesia menunjukkan bahwa program makan bergizi gratis (MBG) berperan penting dalam menjaga tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam laporan hasil evaluasi yang diterbitkan secara daring, Masduri Amrawi, peneliti utama lembaga tersebut, menyebutkan bahwa baik pendukung maupun pengkritik program MBG memiliki kesan positif terhadap kebijakan ini. “Kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran sebesar 23 persen didukung oleh keberhasilan MBG dalam merespons kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
“Di tengah berbagai perbedaan pandangan mengenai program ini, masyarakat secara umum masih merasa bahwa MBG memberikan perhatian yang cukup baik,” tambah Masduri.
Menurut hasil survei, MBG juga menjadi program yang paling dirasakan manfaatnya oleh warga dengan tingkat pengakuan mencapai 36,5 persen, lebih tinggi dari program prioritas lain seperti bantuan subsidi upah (BSU), layanan kesehatan gratis, Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Program yang mengarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar ini memberikan dampak langsung terhadap persepsi publik, terutama bagi kelompok menengah ke bawah yang menjadi sasaran utama.
Meski tingkat pengenalan MBG cukup tinggi, Masduri menyoroti bahwa tingkat kepuasan terhadap program ini belum mencapai optimal. “Meski 88 persen masyarakat mengenal MBG, hanya 55,5 persen yang merasa puas, sehingga perlu ada peningkatan komunikasi dan pelaksanaan yang lebih baik,” jelasnya.
Faktor Lain yang Meningkatkan Kepuasan Publik
Selain MBG, survei juga mencatat bahwa faktor-faktor seperti kebijakan bantuan pemerintah yang tepat sasaran (13,8 persen) serta persepsi mengenai kepemimpinan yang tegas, stabilitas ekonomi, dan akses layanan kesehatan menjadi penopang kepuasan publik.
Program Bantuan Sosial yang Paling Dikenal
Dalam konteks bantuan sosial, Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan beras menjadi program yang paling banyak diterima oleh masyarakat, masing-masing mencapai 29,8 persen dan 29,5 persen. Dua program ini dianggap sebagai inti dari upaya pemerintah dalam memberikan bantuan sosial.
Metodologi Survei yang Transparan
Poltracking Indonesia memastikan hasil survei mereka memiliki validitas melalui transparansi dalam proses pengambilan data. Survei dilakukan pada 2–8 Maret 2026 kepada 1.220 responden berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Metode yang digunakan adalah “stratified multistage random sampling” dengan margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Pengumpulan data dijalankan melalui wawancara tatap muka oleh enumerator yang terlatih, dengan unit sampling yang mencakup desa/kelurahan hingga individu. Untuk memastikan akurasi, validasi dilakukan dengan membandingkan data sensus 2020 serta pembobotan sampel. Sistem pengendalian kualitas melibatkan “spot check” 20 persen sampel, verifikasi via telepon, dan penggunaan aplikasi real-time lengkap dengan foto serta geolokasi.

