NasDem: Surya Paloh Tawarkan Konsep Blok Politik, Bukan Merger

Jakarta – Willy Aditya, anggota DPP Partai NasDem, menyatakan bahwa Surya Paloh, ketua umum partai tersebut, sebenarnya menawarkan gagasan berupa blok politik. Ia menanggapi isu mengenai kemungkinan NasDem melakukan merger dengan Partai Gerindra. “Surya Paloh menawarkan blok politik, bukan merger,” ujar Willy saat ditemui di kompleks parlemen Senayan, Senin.

Pengertian Blok Politik dalam Rekayasa Politik

Dalam wawancara tersebut, Willy menjelaskan bahwa blok politik merupakan bagian dari strategi rekayasa politik untuk menghadapi kecenderungan hubungan partai yang bersifat transaksional. “Karena hubungan partai saat ini sangat transaksional, kita membutuhkan blok politik yang solid dari puncak hingga tingkat bawah,” katanya. Menurut Willy, istilah “merger” kurang tepat dalam konteks ini, karena menggambarkan proses penggabungan yang lebih sederhana.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Kita selama ini hanya berpikir tentang sekretariat bersama atau koalisi partai. Koalisi itu sifatnya sementara, sementara blok politik lebih permanen,” ujar Willy.

Histori Fusi Partai dan Perbedaannya dengan Blok Politik

Willy mengakui bahwa sebelumnya Indonesia pernah mengalami fusi partai, seperti penggabungan partai Islam menjadi PPP atau partai nasionalis menjadi PDI. Namun, ia menekankan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan arahan dari kekuasaan negara. “Kami memahami bahwa fusi partai adalah sesuatu yang pernah terjadi, tetapi didorong dari atas,” tambahnya.

Contoh Blok Politik di Indonesia

Dalam menjelaskan konsep blok politik, Willy memberi contoh sejarah, seperti Golkar yang dulu dikenal sebagai Sekretariat Bersama Golongan Karya. “Golkar sendiri adalah contoh blok politik. Ada dua blok, yakni Front Nasional (Nasakom) dan Golongan Karya,” tutur Willy. Ia menjelaskan bahwa blok politik bertujuan menciptakan koordinasi yang lebih kuat dibandingkan kerja sama sementara.

Pertemuan Surya Paloh dan Prabowo Subianto

Terkait pertemuan antara Surya Paloh dan Prabowo Subianto, yang juga ketua umum Partai Gerindra, Willy menilai hal itu wajar dan biasa terjadi. “Dua sahabat bertemu adalah hal yang normal. Saat Pak Prabowo pertama kali datang ke Gondangdia, kami berdiskusi selama enam jam,” katanya. Willy menekankan bahwa pertemuan tersebut memungkinkan diskusi yang seimbang dan mendalam.

Menurut Willy, narasi yang menyebut NasDem akan melakukan merger terkesan kurang tepat karena tidak memahami tujuan Surya Paloh yang lebih strategis. “Pak Surya adalah orang yang berpikir di luar kotak. Kami ingin blok politik yang mampu menciptakan konsistensi dalam sistem pemerintahan,” ujarnya.