MIND ID akan Tingkatkan Produksi Batu Bara, Nikel, dan Bauksit Tahun 2026
Jakarta – Perusahaan holding BUMN pertambangan MIND ID menetapkan target peningkatan produksi untuk beberapa komoditas utama, termasuk batu bara, bijih nikel, serta bauksit pada tahun 2026. Langkah ini bertujuan memperkuat fondasi jangka panjang perusahaan, baik dari segi kuantitas maupun keberlanjutan. Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan, produksi batu bara dari PT Bukit Asam mengalami peningkatan 5 persen, mencapai 49,5 juta ton. Angka ini mencerminkan stabilitas permintaan pasar dan efisiensi dalam proses produksi.
“Batu bara dari PTBA menunjukkan tren yang positif, naik 5 persen menjadi 49,5 juta ton. Ini mencerminkan stabilitas permintaan dan optimalisasi produksi,” jelas Maroef dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin.
Dalam tahun 2025, PTBA berhasil mencapai produksi batu bara sebesar 47,2 juta ton. Di samping itu, target produksi timah ditetapkan naik 63 persen menjadi 29,1 ribu ton, dibandingkan 17,8 ribu ton pada tahun sebelumnya. Produksi bauksit juga diperkirakan meningkat secara signifikan, dari 2,8 juta wet metric ton (wmt) pada 2025 menjadi 5,3 juta wmt pada 2026. Sementara bijih nikel diharapkan bertambah 33 persen, mencapai 24,4 juta wmt dari 18,3 juta wmt di tahun 2025.
Berdasarkan strategi optimalisasi portofolio, beberapa komoditas seperti aluminium dan nikel matte mengalami penyesuaian. Produksi aluminium berkurang 2 persen, dari 280 ribu ton menjadi 275 ribu ton. Pada sisi lain, nikel matte turun 5 persen, yaitu dari 72 ribu ton menjadi 68,4 ribu ton.
2026: Tahun Kunci untuk Keberlanjutan Produksi
Maroef menegaskan, tahun 2026 akan menjadi fase penting dalam meneguhkan dasar perusahaan. “Tahun 2026 merupakan fondasi untuk mencapai target jangka panjang, termasuk perbaikan sustainability produksi seluruh komoditas,” tambahnya.
Sementara itu, MIND ID mencatatkan pendapatan sebesar Rp159 triliun pada tahun 2025, di atas target sebesar 4 persen. EBITDA perusahaan mencapai Rp42 triliun, atau 3 persen di atas rencana. Laba bersih juga melonjak 13 persen menjadi Rp29 triliun. Selain itu, perusahaan berhasil mencapai target keuangan lainnya dengan hasil yang stabil dan meningkat.

