Dirut Bulog Menegaskan Harga Beras Tetap Stabil Meski Kelangkaan Biji Plastik

Jakarta – Ahmad Rizal Ramdhani, direktur utama Bulog, memastikan harga beras tidak akan meningkat meskipun terjadi kelangkaan biji plastik yang memengaruhi biaya kemasan produk. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto, yang menginginkan harga pangan tetap terjaga untuk menjaga kemampuan beli masyarakat. “Sesuai arahan Bapak Presiden, harga pangan, termasuk beras, tidak akan naik, bahkan di saat kondisi kelangkaan biji plastik,” ujar Rizal setelah rapat tentang pendanaan penyerapan gabah di Jakarta, Senin.

Kondisi Stok Beras Menjadi Pendorong Stabilitas Harga

Dalam wawancara, Rizal menyebut stok beras nasional saat ini dalam kondisi sangat memadai, mencapai 4,72 juta ton. Faktor ini menjadi penunjang utama untuk menjaga harga beras tetap stabil, meski biaya produksi mengalami tekanan. “Kita memiliki cadangan yang cukup, sehingga tidak ada dampak signifikan terhadap harga konsumen,” tambahnya.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Biaya Kemasan Jadi Tantangan dalam Pengelolaan Distribusi

Rizal mengakui kelangkaan biji plastik saat ini berdampak pada biaya kemasan, yang menjadi tantangan dalam mempertahankan efisiensi distribusi. Ia menjelaskan bahwa naiknya harga biji plastik mengganggu produk pangan yang membutuhkan kemasan dalam jumlah besar. Untuk mengatasinya, Bulog melakukan penyesuaian kebijakan internal agar tetap bisa beradaptasi dengan fluktuasi harga pasar.

“Kita berharap bisa mendapatkan harga yang terbaik, tetapi tetap rendah, tanpa mengurangi kualitas kemasan,” ucap Rizal.

Dalam upaya tersebut, Bulog juga berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk mendapatkan penyesuaian harga bahan baku kemasan. Langkah ini penting karena sebagian besar beras yang dikemas terkait program bantuan pangan yang mencakup 33,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Harga Eceran Tertinggi Beras Sesuai Zona Wilayah

Harga eceran tertinggi (HET) beras medium diatur pemerintah sebesar Rp13.500 per kilogram, sedangkan HET beras premium mencapai Rp14.900 per kg. Untuk beras SPHP, harga dijual sesuai dengan zonasi wilayah: Rp12.500 per kg di zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi); Rp13.100 per kg di zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan); dan Rp13.500 per kg di zona 3 (Maluku, Papua).