Anggota DPR Dorong Kerja Sama Pusat-Daerah untuk Mengembangkan “Urban Tourism”
Jakarta – Selama kunjungan kerja di Kota Tangerang, Banten, Senin (13/4), Hendry Munief dari Komisi VII DPR RI mengusulkan kerja sama antara pemerintah pusat dengan daerah untuk mendorong pengembangan konsep urban tourism. Ia menilai potensi pariwisata perkotaan di beberapa wilayah mulai tumbuh, tetapi belum terpadu dan belum dimanfaatkan secara maksimal.
Hendry menekankan bahwa urban tourism memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjadi pintu masuk bagi sektor pariwisata lainnya. Menurutnya, konsep ini perlu didukung oleh perencanaan yang terintegrasi, termasuk peran pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan serta memperkuat kerja sama antar daerah.
“Saya melihat konsep urban tourism belum terarah dan diseriusi. Dengan sinergi yang lebih baik, konsep ini bisa menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi lokal,” kata Hendry dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa.
Menurut Hendry, salah satu langkah strategis adalah pengembangan konsep sister city antar kota. Ia memberi contoh dengan menghubungkan Kota Tangerang dan Kota Pekanbaru sebagai dua kota yang bisa saling belajar. “Dengan membuat kota-kota ini menjadi sister city, praktik terbaik dari satu daerah bisa diadopsi oleh daerah lain,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan kota internasional yang dianggap berhasil dalam mengembangkan urban tourism, seperti Incheon di Korea Selatan dan Sepang di Malaysia. Keberhasilan kota-kota tersebut, menurut Hendry, didukung oleh integrasi antara aksesibilitas, infrastruktur, serta daya tarik wisata yang dikelola secara profesional. Kedekatan dengan bandara internasional menjadi faktor pendukung utama.
Indikator Kembangkan Urban Tourism
Hendry menambahkan bahwa indikator utama keberhasilan urban tourism meliputi adanya atraksi unik, aksesibilitas tinggi, fasilitas pendukung seperti hotel dan restoran, serta partisipasi aktif dari masyarakat setempat. Dengan kolaborasi yang lebih baik dan perencanaan yang terarah, ia berharap konsep ini bisa meningkatkan daya saing pariwisata nasional.

