Sha Ine Febriyanti jadi langganan film Teddy Soeriaatmadja
Kolaborasi berulang dalam serial “Luka, Makan, Cinta”
Jakarta – Aktris Sha Ine Febriyanti dan sutradara Teddy Soeriaatmadja kembali bermitra dalam serial drama “Luka, Makan, Cinta” yang disutradarai oleh Teddy. Pasangan ini memiliki koneksi unik karena berdua lahir di bulan Februari, meski hari berbeda. Sha Ine, yang lahir pada 18 Februari, dan Teddy, yang berulang tahun pada 7 Februari, sama-sama Aquarius. “Kami berdua memiliki tanda zodiak yang sama,” ungkap Sha Ine saat sesi foto di konferensi pers peluncuran serial tersebut di restoran Menteng, Jakarta Pusat, Rabu.
Proyek kreatif dengan tema kuliner
Serial “Luka, Makan, Cinta” (judul internasional: “Made with Love”) dibuat oleh Teddy Soeriaatmadja melalui Karuna Pictures. Pemerannya menampilkan Mawar Eva de Jongh dan Deva Mahenra sebagai tokoh utama. Lokasi syuting dipilih di Bali untuk menangkap nuansa budaya dan alam daerah itu. Serial ini merupakan bagian dari tren drama Asia yang menggali identitas kuliner melalui cerita. Sebelumnya, Netflix telah menayangkan beberapa proyek serupa, seperti “Bon Appetit, Your Majesty” dari Korea Selatan dan “Midnight Diner” dari Jepang.
Cerita tentang hubungan manusia
Teddy mengungkapkan bahwa Sha Ine Febriyanti menjadi pemeran favoritnya dalam setiap proyek film. “Tidak mungkin tidak bekerja sama dengannya,” kata sutradara itu. Serial ini menggambarkan dinamika hubungan antara ibu dan anak, serta teman-teman. Luka, karakter yang diperankan Mawar Eva de Jongh, adalah sous chef yang ingin menjadi head chef, meski sang ibu masih ragu. “Pada akhirnya, ini tentang interaksi manusia, baik dalam keluarga maupun lingkungan sosial,” jelas Teddy.
Sebelumnya, pasangan ini telah bekerja sama dalam film “Mungkin Kita Perlu Waktu” (2025). Kali ini, mereka menggali cerita yang lebih berfokus pada dunia memasak. Serial tersebut memiliki sekitar 50 persen adegan yang diambil di dapur. Proses pembuatan dimulai dengan konsultasi food stylist dan food designer untuk menentukan makanan yang akan muncul di layar. Kedua pihak terus mendampingi syuting agar hasil terbaik tercapai.
Menurut Teddy, judul “Luka” terinspirasi dari lagu Suzanne Vega yang berjudul sama. Karakter ini memperkuat tema serat kehidupan dalam dunia koki dan keharmonisan antarmanusia. Serial drama ini akan tayang perdana pada 15 April 2026, dengan delapan episode yang menggabungkan seni memasak sebagai bahasa audiovisual. Sha Ine Febriyanti juga menyoroti bagian ini, mengatakan bahwa setting dapur restoran memberikan dimensi baru pada cerita.
“Dinamika antara manusia, baik ibu dan anak, laki-laki dan perempuan, maupun teman, menjadi inti dari kisah ini,” tambah Sha Ine.
Indonesia telah menghadirkan tema kuliner dalam serial dan film sebelumnya, seperti “Rahasia Rasa” (2025) dan “Tabula Rasa” (2014) yang tayang di Netflix. Kali ini, “Luka, Makan, Cinta” menjadi bagian dari narasi Asia yang lebih luas, menampilkan keunikan masakan lokal melalui kisah yang penuh emosi.

