Basarnas Evakuasi ABK Filipina Akibat Gangguan Kesehatan di Perairan Benoa
Kantor Pencarian dan Pertolongan Bali (Basarnas Bali) melakukan operasi penyelamatan terhadap seorang anak buah kapal (ABK) asal Filipina yang mengalami gangguan kesehatan di perairan Pelabuhan Benoa. Evakuasi berlangsung setelah informasi dari Zumar, perwakilan agen kapal PT. Trans Cakrawala, yang menyampaikan kondisi ABK tersebut pada Rabu (15/4) pukul 17.30 Wita.
ABK bernama Tagayom Lorben Tubigon (37) mengalami gejala medis sejak hari Minggu (12/4), seperti kejang, tubuh kaku, gemetar, mulut berbusa, dan kehilangan kontrol buang air kecil. Keluhan ini semakin parah hingga akhirnya dilaporkan ke Basarnas Bali. Tim penyelamat langsung diterjunkan setelah menerima laporan tersebut.
“Pada pukul 18.30 Wita, empat personel tim penyelamat tiba di Pelabuhan Benoa, lalu ditambahkan empat orang anggota lainnya untuk menuju titik intercept menggunakan RIB 02 Denpasar,” ujar Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya.
Operasi penyelamatan berjalan lancar setelah RIB 02 Denpasar berhasil menjangkau kapal kargo M/V Athanasia C pada pukul 20.00 Wita. Evakuasi dilakukan melalui metode penurunan menggunakan crane dan jaring, yang selesai pada pukul 20.15 Wita. Tagayom Tubigon kemudian dibawa ke Pelabuhan Benoa untuk pelayanan medis lanjutan.
Setelah tiba di darat, ABK tersebut diserahkan kepada agen kapal dan segera diantar ke RS Siloam menggunakan ambulans BBKK Denpasar. Sidakarya menambahkan bahwa operasi ini dilakukan dengan bantuan dari beberapa instansi, antara lain Ditpolairud Polda Bali, tenaga medis RS Siloam, serta perwakilan agen kapal. Selain itu, TNI AL, VTS Benoa, KSOP Kelas II Benoa, Kantor Bantu Bea Cukai Benoa, Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar, dan BBKK Denpasar turut terlibat dalam proses evakuasi.

