New Policy: Kejurnas ORADO bisa jadi fondasi pembinaan atlet

Kejurnas ORADO sebagai Dasar Pembinaan Atlet

Bogor – Ketua Umum Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO), Yooky Tjahrial, menargetkan kejuaraan nasional 2026 menjadi batu loncatan untuk pengembangan atlet. Turnamen ini diadakan di JSI Resort, Megamendung, Jawa Barat, selama tiga hari, Jumat hingga Minggu. Dalam pernyataannya saat konferensi pers, Yooky menyatakan bahwa acara ini tidak hanya mengukuhkan pemenang, tetapi juga menegaskan komitmen untuk membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan.

“Kejuaraan Nasional ORADO 2026 bertujuan untuk menetapkan pemenang sekaligus menciptakan dasar pengembangan atlet,” ujarnya. “Dengan ini, domino semakin dianggap sebagai olahraga prestasi yang layak dikembangkan di tingkat nasional.”

Turnamen ini melibatkan peserta dari kategori senior dan junior. Hasilnya, Sulawesi Selatan berhasil memenangkan kategori junior, sedangkan tim senior dari Bangka Belitung menjuarai babak utama. Selain itu, sistem penyelenggaraan yang terstruktur juga menjadi fokus utama bagi organisasi.

“Konsistensi dalam teknis pelaksanaan kompetisi adalah faktor penting agar pertandingan tetap adil, transparan, dan menjunjung sportivitas,” tambah Ketua Harian PB ORADO, Giri Bayu Kusumah.

Ketua Bidang Humas PB ORADO, Henry Kurnia Adhi, menilai acara ini berhasil menciptakan suasana persatuan antarprovinsi. Ia menekankan bahwa domino sebagai olahraga strategi memungkinkan partisipasi berbagai kalangan, sekaligus menumbuhkan minat di seluruh Indonesia.

“Kejuaraan ini bukan hanya soal menang, tetapi bagaimana kita memperkuat semangat kebersamaan dan citra olahraga domino secara nasional,” tutup Henry.

Sebagai bagian dari acara, ORADO juga mengadakan pertandingan eksibisi yang melibatkan provinsi yang tidak melaju ke babak perdelapan final. Khusus untuk tim PB ORADO, skema hadiah dalam pertandingan eksibisi diberikan secara spesial, termasuk nilai lebih besar sebagai penghargaan atas partisipasinya.