Latest Program: Kinerja positif 2025, Bank Banten targetkan laba Rp75 miliar pada 2026

Kinerja Positif 2025, Bank Banten Targetkan Laba Rp75 Miliar Pada 2026

Latest Program – Dari Serang, Bank Banten mencatatkan peningkatan yang signifikan dalam performa keuangan tahun 2025. Perusahaan ini berhasil mencapai total aset melebihi Rp10 triliun, yang menjadi dasar manajemen optimis untuk mengejar target laba bersih sebesar Rp75 miliar pada tahun 2026. Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, menjelaskan bahwa pertumbuhan keuangan tahun 2025 mencakup seluruh aspek operasional, dengan rata-rata peningkatan lebih dari 30 persen dibandingkan periode sebelumnya. Laporan tahunan menunjukkan bahwa volume kredit yang diberikan mencapai Rp5,07 triliun, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp6,42 triliun. Selain itu, kualitas kredit meningkat drastis, dengan rasio Gross Non-Performing Loan (NPL) yang saat ini berada di bawah 5 persen.

Menurut Busthami, kerja sama antara bank dan daerah menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan kinerja. Ia menegaskan bahwa penyaluran kredit ASN (Aparatur Sipil Negara) dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) meningkat karena kepercayaan pemerintah kabupaten dan kota terhadap layanan Bank Banten. “Keterlibatan kabupaten dan kota dalam mempercayakan pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) kepada kami menciptakan dampak langsung pada pertumbuhan keuangan, terutama dalam penyaluran kredit,” jelasnya usai menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose.

Strategi untuk Mencapai Target

Memasuki tahun 2026, Busthami yakin Bank Banten akan terus memperkuat performa operasional. Ia menyebutkan bahwa peningkatan jumlah kabupaten dan kota yang bekerja sama dalam pengelolaan RKUD akan memberikan tambahan potensi kredit hingga hampir Rp3 triliun. “Dengan peningkatan ini, kami berharap bisa mencapai laba bersih di atas proyeksi Rp75 miliar yang telah ditetapkan,” tegasnya. Untuk mencapai target tersebut, Bank Banten telah merancang sejumlah strategi utama, termasuk pengembangan layanan digital yang lebih cepat dan inovatif.

Dalam menyusun strategi, bank fokus pada tiga aspek utama. Pertama, percepatan transformasi digital yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelanggan. Kedua, peningkatan proses bisnis melalui pengoptimalan sistem internal dan penggunaan teknologi terkini. Ketiga, penguatan manajemen biaya dengan mengurangi pengeluaran tidak perlu. Selain itu, Bank Banten juga menekankan pentingnya perekrutan tenaga profesional yang berintegritas dan berkompeten untuk mendukung visi penguatan layanan.

Busthami menjelaskan bahwa transformasi digital bukan hanya sekadar tuntutan pasar, tetapi menjadi keharusan untuk memperkuat posisi bank di tengah persaingan yang semakin ketat. “Kami melihat bahwa digitalisasi adalah kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menjangkau lebih banyak pelanggan,” tambahnya. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah sebagai fondasi keberhasilan ke depan.

Peran Bank Banten dalam Mendorong Ekonomi Daerah

Sejalan dengan upaya Bank Banten, Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan, menyatakan bahwa keberhasilan bank menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas ekonomi wilayah. “Bank Banten harus menjadi penggerak utama dalam pembangunan ekonomi Banten, terutama melalui sinergi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Apriandhi menegaskan bahwa pencapaian tahun 2025 menjadi batu loncatan untuk langkah lebih maju. Ia memperkirakan bahwa peran bank dalam mengelola RKUD akan semakin besar seiring berkembangnya jumlah kabupaten dan kota yang terlibat. Saat ini, empat daerah yakni Lebak, Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Serang telah bergabung. “Kami akan terus memperluas kerja sama ini agar lebih banyak wilayah bisa berkontribusi,” jelasnya.

Dalam wawancara tambahan, Apriandhi menjelaskan bahwa pengelolaan RKUD tidak hanya mendukung keuangan daerah, tetapi juga membangun sistem keuangan yang lebih inklusif. “Bank Banten memiliki peran strategis dalam mengalirkan dana ke sektor-sektor produktif, seperti infrastruktur dan usaha mikro kecil menengah (UMKM),” tuturnya. Ia juga menyebutkan bahwa bank perlu terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan sektor usaha lokal.

Peningkatan kinerja Bank Banten pada 2025 juga berdampak positif terhadap stabilitas ekonomi Banten. Dengan pertumbuhan aset dan kredit yang signifikan, bank mampu meningkatkan ketersediaan dana bagi daerah. Apriandhi berharap, selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Bank Banten juga menjadi wadah pengembangan SDM lokal. “Kami percaya bahwa kolaborasi antara bank dan pemerintah daerah akan memberikan peluang besar bagi peningkatan kualitas layanan dan akses keuangan,” katanya.

Busthami menambahkan bahwa proyeksi laba bersih tahun 2026 tidak hanya berdasarkan pertumbuhan dari tahun sebelumnya, tetapi juga strategi jangka panjang yang telah direncanakan. “Kami tidak hanya fokus pada laba sekarang, tetapi juga pada kemampuan bank untuk tumbuh secara berkelanjutan,” tegasnya. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas kredit dan pelayanan menjadi prioritas utama.

Dalam konteks ini, Bank Banten mengungkapkan komitmen untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat. “Dengan sinergi daerah dan transformasi digital, kami siap mendorong perekonomian Banten ke arah yang lebih baik,” pungkas Busthami.

Perkembangan Berkelanjutan

Busthami juga menyebutkan bahwa pertumbuhan dalam sektor kredit akan terus didorong oleh kebijakan pemerintah yang mendorong investasi dan pengembangan usaha. “Kami percaya bahwa RKUD akan menjadi salah satu sumber dana penting untuk memperkuat ekosistem keuangan lokal,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa Bank Banten telah memperkenalkan berbagai produk keuangan baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pertumbuhan aset yang mencapai Rp10 triliun pada 2025 memberikan gambaran bahwa bank mampu mengelola dana dengan baik. Dengan kapasitas tersebut, Bank Banten siap menghadapi