Main Agenda: Jakbar gencarkan pameran Dekranasda ke hotel untuk genjot industri

Jakbar Genjot Industri Melalui Pameran Dekranasda di Hotel

Main Agenda menjadi salah satu strategi utama Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) dalam meningkatkan pertumbuhan sektor industri penginapan. Dengan menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), pihak setempat tengah memperkuat komitmen untuk memperluas pasar bagi pelaku usaha kerajinan lokal. Inisiatif ini diharapkan bisa menarik perhatian tamu yang menginap di hotel, sekaligus mendorong interaksi antara industri kreatif dan sektor pariwisata. Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menjelaskan bahwa Main Agenda ini bertujuan untuk menjembatani antara kebutuhan pasar dan potensi kreatif perajin.

Kolaborasi Dekranasda dengan Hotel sebagai Pendorong Utama

Dalam pelaksanaannya, program “Dekranasda Go Mall/Hotel” dilakukan sejak awal tahun melalui kalender acara di Jakarta Barat. Pemkot Jakbar menganggap ini sebagai langkah inovatif untuk meningkatkan eksposur produk kreatif daerah. “Dengan memasukkan Dekranasda ke dalam lingkungan hotel, kita bisa memberi kesempatan kepada tamu yang menginap untuk mengenal lebih dekat keunikan barang dagangan lokal,” kata Iin. Ia menambahkan bahwa Main Agenda ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara usaha kerajinan dan industri penginapan, sekaligus mendorong peningkatan pendapatan pelaku usaha.

Kemitraan dengan hotel sebagai media promosi adalah bagian dari Main Agenda untuk menumbuhkan industri ekonomi kreatif di Jakarta Barat. Kehadiran Dekranasda di lokasi wisata seperti hotel bisa membuka peluang baru bagi produk-produk yang sebelumnya belum terkenal secara luas,” ujar Iin.

Optimasi Anggaran dan Strategi Bimtek

Untuk memastikan keberhasilan Main Agenda, Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakbar juga menggandeng asosiasi perhotelan lokal. Kemitraan ini menjadi elemen penting dalam mengoptimalkan anggaran terbatas untuk memfasilitasi berbagai kegiatan promosi. “Kita berikan bimtek langsung kepada pelaku usaha hotel binaan untuk memastikan mereka paham bagaimana menampilkan produk kreatif secara maksimal,” kata Gun Gun Mujiantara, Kepala Seksi Industri Perhotelan Sudin Parekraf. Ia menekankan bahwa Main Agenda ini berfokus pada kolaborasi yang saling menguntungkan, baik bagi perajin maupun pengelola hotel.

Memilih hotel sebagai tempat pameran adalah strategi pemasaran yang terencana. Kita berharap dengan Main Agenda ini, produk dari Dekranasda bisa dikenal lebih luas dan menarik minat konsumen, khususnya wisatawan yang menginap di hotel,” tambah Gun Gun.

Data PTK Hotel dan Tantangan Pasca-Pandemi

Dalam laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang mencapai 51,72 persen pada Februari 2026, turun 0,78 persen dibandingkan Januari tahun yang sama. Penurunan ini juga terjadi secara tahunan, yaitu sebesar 7,35 persen. Meski angka ini menunjukkan tantangan pasca-pandemi, Main Agenda pameran Dekranasda di hotel diharapkan bisa menjadi solusi untuk meningkatkan daya tarik industri penginapan. “TPK yang turun bisa diimbangi dengan strategi pemasaran yang lebih intensif, seperti Main Agenda ini,” jelas Gun Gun.

Potensi Peningkatan Daya Tarik Produk Lokal

Menurut Gun Gun, kehadiran Dekranasda di hotel bukan hanya memperkenalkan produk tetapi juga menciptakan pengalaman berbeda bagi tamu. “Kunjungan tamu ke hotel memberi kesempatan untuk melihat dan merasakan keunikan produk secara langsung, sehingga lebih mungkin mereka membeli,” imbuhnya. Ia menambahkan bahwa Main Agenda ini juga memungkinkan pelaku usaha Dekranasda memperoleh feedback langsung dari konsumen, yang menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan kualitas barang dagangan. Selain itu, program ini membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kerajinan lokal sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

Dengan memasukkan Dekranasda ke dalam layanan hotel, kita tidak hanya meningkatkan penjualan tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Jakarta Barat. Main Agenda ini juga menjadi wadah untuk menunjukkan bagaimana industri kerajinan bisa berkontribusi pada pertumbuhan sektor pariwisata,” tutur Gun Gun.

Peluang dan Harapan ke Depan

Menurut Iin Mutmainnah, Pemkot Jakbar tetap optimis dengan keberhasilan Main Agenda. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang untuk membangun industri penginapan yang lebih inklusif. “Kita akan terus evaluasi dan kembangkan program ini agar memberi dampak nyata pada ekonomi lokal,” kata Iin. Ia berharap, dengan adanya pameran Dekranasda di hotel, lebih banyak pelaku usaha bisa memanfaatkan peluang tersebut untuk meningkatkan daya saing produk mereka. “Main Agenda ini menunjukkan komitmen kita untuk memajukan industri kreatif sekaligus memperkuat hubungan dengan sektor pariwisata,” pungkasnya.