Visit Agenda: Arahan Presiden, Pemkot Bekasi percepat bangun “Flyover” Bulak Kapal
Arahan Presiden, Pemkot Bekasi Percepat Pembangunan Flyover Bulak Kapal
Visit Agenda – Bekasi, Jawa Barat – Kota Bekasi tengah menggeser progres pembangunan Jalan Layang Bulak Kapal di Kecamatan Bekasi Timur dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat. Langkah ini merupakan respons terhadap arahan yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang turut memberikan perhatian khusus terhadap proyek infrastruktur tersebut. Mayoritas masyarakat setempat berharap agar kemacetan yang sering mengganggu aktivitas sehari-hari dapat diminimalkan dalam waktu singkat.
Target Penyelesaian dalam Enam Bulan
Dalam jumpa pers di Bekasi, Selasa, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menyampaikan bahwa proyek ini akan dipercepat agar dapat selesai dalam waktu enam bulan. “Ini adalah langkah untuk memastikan akses transportasi kereta api menjadi lebih lancar dan aman, sekaligus memberikan kenyamanan bagi warga sekitar,” ujar Tri dalam wawancara eksklusif. Ia menekankan bahwa tujuan utama dari flyover ini adalah mengurai kemacetan di koridor Jalan Ir. H. Juanda, yang selama ini menjadi jalur utama lalu lintas di Bekasi Timur.
“Jadi percepatan ini agar mudah-mudahan dalam enam bulan ke depan Flyover Bulak Kapal sudah selesai sehingga perjalanan kereta api lebih lancar dan aman, warga juga lebih tenang,”
Tri juga mengungkapkan bahwa proyek ini telah dimulai sejak tahun 2025, dengan skema pembebasan lahan yang diatur oleh pemerintah daerah setempat. Sebagai bagian dari upaya pengembangan infrastruktur, pembebasan lahan sendiri telah menghabiskan dana sebesar Rp106 miliar. Sementara, dana pembangunan utama ditangani oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang telah menyetorkan anggaran Rp20 miliar pada tahun ini.
Peran Pemerintah Pusat dan Kebutuhan Anggaran
Tri menambahkan bahwa sisa anggaran untuk pembangunan flyover masih mencapai Rp230 miliar, yang akan diisi oleh bantuan dari pemerintah pusat. “Alhamdulillah Bapak Presiden tadi datang ke RSUD melihat dan berstatement, ‘Oke nanti dari bantuan Bapak Presiden untuk percepatan,’” kata Tri, mengungkapkan bahwa arahan tersebut memberikan semangat besar bagi pihaknya. Pemkot Bekasi berharap bantuan ini dapat mempercepat proses konstruksi, terutama dalam tahap pengerjaan rel kereta api yang menjadi tantangan utama.
Menurut Tri, proyek Jalan Layang Bulak Kapal dirancang dengan panjang trase sekitar 768 meter, melintang di atas rel kereta api dan perempatan Bulak Kapal. “Saat fase pembangunan nanti, perlintasan sebidang di wilayah Ampera maupun Bulak Kapal akan ditutup,” ujarnya, menekankan bahwa penutupan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan efisiensi lalu lintas. Dengan adanya flyover, diperkirakan akan mengurangi beban lalu lintas di area kritis, khususnya di sekitar Stasiun Bulak Kapal.
Detil Proyek dan Perkembangan Terkini
Proyek Jalan Layang Bulak Kapal tergolong kompleks karena melibatkan koordinasi antara pihak provinsi, kota, dan pihak ketiga seperti perusahaan kontraktor serta pemilik lahan. Tri mengatakan bahwa pembangunan ini akan melibatkan penggunaan teknologi modern dalam konstruksi, termasuk material tahan lama dan desain yang mampu menampung volume kendaraan yang tinggi. “Kami memastikan kualitas dan kecepatan pekerjaan tetap terjaga meski anggaran diatur secara bertahap,” jelasnya.
Salah satu tantangan utama dalam proyek ini adalah pengaturan perlintasan sebidang yang sebelumnya digunakan oleh warga sekitar. Proses penutupan perlintasan ini akan dilakukan secara bertahap untuk menghindari gangguan pada kegiatan sehari-hari. Selain itu, ada pula perluasan area parkir dan peningkatan akses ke sejumlah titik strategis di Bekasi Timur, yang menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang.
Manfaat dan Harapan Masyarakat
Warga Bekasi Timur, khususnya sekitar Stasiun Bulak Kapal, menyambut baik kebijakan percepatan pembangunan flyover. Menurut mereka, proyek ini akan menjadi solusi nyata bagi masalah kemacetan yang selama ini menghambat mobilitas. “Dengan adanya flyover, kami berharap perjalanan ke pusat kota bisa lebih cepat dan tidak lagi terjebak kemacetan,” kata seorang warga, Ibu Siti, yang sehari-hari menggunakan jalan tersebut untuk bekerja.
Tri juga menyoroti pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan pusat. “Bantuan dari pemerintah pusat menjadi faktor kritis dalam mendorong progres konstruksi, terutama karena anggaran provinsi masih terbatas,” ujarnya. Dengan dana tambahan, proyek ini bisa menyelesaikan tahap akhir sesuai rencana. Selain itu, ia menargetkan bahwa proyek ini akan menjadi contoh bagus dalam pengembangan infrastruktur di kota-kota lain.
Sebagai proyek besar, Jalan Layang Bulak Kapal juga akan memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi. Tri menyebut bahwa akses yang lebih baik ke area kritis akan mendorong pertumbuhan usaha kecil menengah (UKM) di sekitar stasiun tersebut. “Tidak hanya mengurai kemacetan, flyover ini juga meningkatkan kenyamanan bagi pelaku usaha dan wisatawan,” tambahnya.
Proyek ini diharapkan dapat selesai tepat waktu, dengan pemerintah pusat memastikan bahwa dana yang diberikan mencukupi kebutuhan selama proses pengerjaan. Sementara itu, Pemkot Bekasi terus memantau kemajuan pekerjaan dan memastikan bahwa semua kebutuhan material serta tenaga kerja terpenuhi. “Kami sudah mengadakan koordinasi dengan pihak provinsi dan pihak ketiga untuk memastikan semua elemen terintegrasi dengan baik,” ucap Tri.
Dengan target penyelesaian dalam enam bulan, Jalan Layang Bulak Kapal akan menjadi infrastruktur yang segera dirasakan oleh masyarakat. Proyek ini juga menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam mewujudkan Kota Bekasi yang lebih maju dan modern. “Kami berharap, flyover ini bisa menjadi bagian dari transformasi Bekasi Timur yang berkelanjutan,” pungkas Tri, menegaskan bahwa progres konstruksi akan menjadi tolok ukur keberhasilan program pengembangan kota ini.
