New Policy: DPR cek gudang Bulog Jakarta pastikan stok beras aman jelang Idul Adha

DPR Cek Gudang Bulog Jakarta Pastikan Stok Beras Aman Jelang Idul Adha

New Policy – Jakarta – Dalam rangka menjamin ketersediaan beras di tengah masyarakat sebelum Hari Raya Idul Adha 2026, anggota DPR RI dari Komisi III, Habiburokhman, melakukan inspeksi terhadap gudang penyimpanan beras Perum Bulog di wilayah Kelapa Gading, Senin. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memastikan bahwa stok beras dalam kondisi stabil dan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat menjelang hari raya besar tersebut.

Kunjungan DPR ke Gudang Bulog

Inspeksi yang dilakukan oleh Habiburokhman melibatkan peninjauan langsung ke berbagai area di gudang, termasuk ruang penyimpanan, proses pengemasan, serta pengawasan kualitas beras. Dalam perjalanan, ia juga memeriksa cara pengelolaan stok oleh Bulog, termasuk sistem distribusi dan pemanfaatan kapasitas penyimpanan yang ada. Menurutnya, tugas Bulog tidak hanya sekadar menumpuk beras, tetapi juga menjaga ketersediaan yang seimbang untuk menjaga harga tetap terjangkau.

“Ini penting untuk memastikan bahwa stok beras kita benar-benar aman dan mencukupi. Swasembada beras harus nyata, bukan sekadar klaim,” kata Habiburokhman.

Dalam wawancara terpisah, Habiburokhman menjelaskan bahwa hasil pengecekan menunjukkan bahwa stok beras di gudang-gudang Bulog saat ini mencapai lebih dari lima juta ton. Angka tersebut menurutnya mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam mengelola cadangan pangan, terutama di tengah kenaikan permintaan sebelum Idul Adha. Kebutuhan beras meningkat signifikan selama masa perayaan, karena banyak masyarakat menggunakan beras untuk kebutuhan ibadah dan konsumsi sehari-hari.

Menyikapi kondisi tersebut, Habiburokhman menegaskan bahwa Bulog telah melakukan langkah ekstra untuk menambah kapasitas penyimpanan. Salah satunya adalah menyewa gudang-gudang milik perusahaan swasta di sekitar Jakarta. Hal ini, menurutnya, memastikan bahwa stok tidak terbatas oleh keterbatasan ruang di fasilitas milik pemerintah. “Kami juga memperhatikan keterlibatan Bulog dalam mendistribusikan beras ke berbagai daerah, termasuk kawasan yang kurang aksesibel,” tambahnya.

Peran Strategis Bulog

Bulog, sebagai lembaga penyimpanan cadangan beras nasional, memiliki peran kritis dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat. Habiburokhman menggarisbawahi bahwa lembaga ini menjadi pengamanan dalam situasi di mana pasokan beras bisa terganggu, seperti dalam masa musim panen atau saat terjadi krisis iklim. “Peran Bulog sangat vital, terutama saat Idul Adha mendekat, karena permintaan beras meningkat drastis,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan stok beras. Ia mengungkapkan bahwa masyarakat perlu melihat bagaimana cadangan beras dikelola secara optimal, baik dari segi kualitas maupun distribusi. “Jika tidak ada kejelasan, masyarakat bisa merasa tidak yakin dengan kemampuan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pokok,” ujarnya.

Kunjungan Habiburokhman juga menjadi momentum untuk meninjau kebijakan pemerintah terkait ketahanan pangan. Ia mengatakan bahwa DPR akan terus mengawasi langkah-langkah strategis, termasuk penggunaan dana subsidi dan mekanisme pengadaan beras. “Kami ingin memastikan bahwa semua kebijakan berjalan tepat sasaran, tidak hanya dalam jumlah, tetapi juga dalam keadilan dan efisiensi,” tegasnya.

Langkah Konkret DPR

Kunjungan ini, menurut Habiburokhman, adalah bagian dari upaya DPR RI dalam memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Dengan mengawasi langsung kondisi gudang, ia menggambarkan komitmen DPR untuk menjadi mitra aktif dalam menjaga kesejahteraan rakyat. “Kami tidak ingin hanya menjadi pengawas, tetapi juga menjadi bagian dari solusi,” katanya.

Menurutnya, stok beras yang mencapai lima juta ton adalah indikator bahwa pemerintah sudah mempersiapkan cadangan yang cukup untuk menghadapi permintaan tinggi selama Idul Adha. Namun, ia menambahkan bahwa perlunya pengawasan terus-menerus agar tidak ada potensi penyimpangan atau pengelolaan yang tidak efektif. “Selain itu, kami juga ingin mendorong penggunaan teknologi untuk meningkatkan transparansi, seperti sistem digital tracking stok beras,” lanjutnya.

Habiburokhman juga meminta kepada Bulog untuk memperkuat koordinasi dengan pihak lain, seperti Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik, agar data stok beras selalu akurat dan dapat diakses secara terbuka. “Koordinasi yang baik akan memastikan bahwa semua pihak bekerja sama dalam menjaga kestabilan pasokan,” katanya. Ia berharap, dengan langkah-langkah ini, kepercayaan masyarakat terhadap sistem pangan nasional tetap terjaga, bahkan dalam masa krisis atau perubahan iklim.

Kebutuhan beras selama Idul Adha, kata Habiburokhman, bisa meningkat hingga 30% dibandingkan hari-hari biasa. Hal ini membuat stok yang disiapkan Bulog menjadi sangat penting. “Jika tidak tercukupi, bisa terjadi kenaikan harga yang signifikan, terutama di daerah-daerah yang jauh dari pusat,” ujarnya. Dengan memastikan stok aman, ia yakin bahwa harga beras tidak akan terganggu dan masyarakat dapat memperoleh beras secara terjangkau.

Menutup wawancara, Habiburokhman menegaskan bahwa kunjungan ini adalah bentuk tanggung jawab DPR untuk mengawasi sektor pangan. “Kami ingin menjadi bagian dari upaya pemerintah agar rakyat tidak pernah merasa tidak aman dalam memenuhi kebutuhan pokok,” pungkasnya. Dengan penguatan pengawasan dan transparansi, ia yakin bahwa stok beras nasional akan tetap siap menjelang Idul Adha, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tentang ketersediaan beras di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.