AMP
KitaBersedekah
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ada 170 Proyek di IKN Yang Dikebut Rampung 2028, Ini Daftar Investornya

Published Juli 17, 2026 · Updated Juli 17, 2026 · By Zahra Setiawan

170 Proyek IKN Dipercepat Selesai Tahun 2028, Berikut Rincian Investornya

Ada 170 Proyek di IKN - Otorita Ibu Kota Nusantara atau OIKN resmi mengonfirmasi bahwa ada 170 Proyek di IKN yang sedang dalam berbagai tahap pembangunan. Seratus tujuh puluh proyek ini mencakup fase yang berbeda-beda, mulai dari yang telah rampung sepenuhnya hingga yang masih dalam proses pengerjaan intensif. Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun strategi komprehensif untuk memastikan seluruh target penyelesaian pada tahun 2028 dapat tercapai sesuai jadwal yang telah direncanakan.

Menurut Basuki, percepatan pembangunan tidak dilakukan secara terburu-buru tanpa pertimbangan matang. Seluruh aktivitas konstruksi tetap mengedepankan prinsip keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung. Dasar dari percepatan ini adalah tiga pilar utama pembangunan, yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan. Ketiga aspek ini menjadi acuan fundamental dalam setiap pengambilan keputusan terkait proyek-proyek di IKN.

Untuk menjamin kelancaran pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, OIKN melaksanakan pemantauan dan evaluasi secara berkala. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta dan investor, kementerian serta lembaga pemerintah, penyedia jasa konstruksi, konsultan konstruksi, dan manajemen konstruksi induk. Kolaborasi multipihak ini diharapkan dapat meminimalisir hambatan dalam proses pembangunan yang sedang berlangsung.

Pihak kami bergerak cepat agar target 2028 tuntas dapat tercapai, tetapi percepatan tersebut tetap dilakukan secara aman dan nyaman dengan mengacu pada tiga pilar pembangunan yaitu kualitas, estetika, dan lingkungan keberlanjutan.

Mekanisme Pembiayaan Pembangunan

Pembangunan IKN didukung melalui beberapa skema pembiayaan yang telah dirancang secara komprehensif. Pertama, dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dilaksanakan langsung oleh kementerian-kementerian terkait. Kedua, APBN yang dikelola melalui mekanisme Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha atau KPBU. Ketiga, murni investasi dari sektor swasta yang berkontribusi signifikan terhadap kemajuan ibu kota baru.

Rincian Proyek Berdasarkan Sumber Dana

Dari sisi APBN yang dikelola OIKN, terdapat empat puluh proyek fisik. Rinciannya menunjukkan sembilan paket telah selesai dikerjakan pada tahun 2025, lima belas paket sedang dalam tahap konstruksi, dan enam belas paket berada dalam persiapan lelang. Paket-paket yang masih berjalan mencakup pembangunan gedung perkantoran, kawasan yudikatif dan legislatif, jaringan jalan, embung, kolam retensi, serta jaringan perpipaan air minum sebagai bagian dari sistem pengelolaan air minum dan penyediaan layanan dasar perkotaan.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menangani sembilan puluh paket pekerjaan fisik. Dari jumlah tersebut, tujuh puluh delapan paket telah rampung dan dua belas paket masih dalam proses konstruksi. Proyek-proyek strategis yang sedang berjalan antara lain pembangunan Jalan Tol IKN, duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek, serta sejumlah jalan pendukung lainnya yang menghubungkan berbagai kawasan.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengelola dua belas paket pembangunan. Sebelas paket telah selesai dan satu paket masih dalam tahap konstruksi, yaitu pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang direlokasi guna mendukung penataan kawasan dalam rangka pembangunan IKN.

Kontribusi Investasi Swasta dan KPBU

Dari skema investasi swasta, tercatat lima belas proyek. Hingga saat ini, enam puluh tujuh pelaku usaha telah menandatangani perjanjian kerja sama. Dari jumlah tersebut, sembilan proyek telah selesai dibangun, sementara enam proyek memasuki tahap konstruksi. Beberapa proyek swasta yang menonjol antara lain Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, Apartemen PT Star Bright International Investment, Kawasan Campuran PT Fajar Maju Karya Gemilang, dan Apartemen PT Dian Jaya Indonesia.

Sementara itu, melalui skema KPBU terdapat tiga belas proyek prakarsa yang terdiri atas tujuh sektor hunian dan enam sektor jalan. Dalam waktu dekat, skema ini akan memasuki tahap pembangunan seratus delapan unit rumah tapak yang diprakarsai PT Intiland Development Tbk, kemudian delapan menara rumah susun yang diprakarsai PT Nindya Karya.

Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa semua pihak mengutamakan kualitas guna menjamin keselamatan penghuni, efisiensi energi, mendukung ekonomi jangka panjang, dan manfaat lain bagi masyarakat Indonesia di masa depan. Dengan adanya ada 170 Proyek di IKN ini, diharapkan ibu kota baru dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan yang inspiratif bagi seluruh nusantara.