AMP
KitaBersedekah
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Meeting Results: Akan Diikuti Persita, Persija, hingga Dewa United, Liga Putri Diharapkan Jadi Fondasi Kebangkitan Sepak Bola Putri

Published Juli 8, 2026 · Updated Juli 8, 2026 · By Zahra Setiawan

Akan Diikuti Persita, Persija, hingga Dewa United, Liga Putri Diharapkan Jadi Fondasi Kebangkitan Sepak Bola Putri

Meeting Results - Menyusul kebangkitan sepak bola putri nasional, PSSI tengah membangun fondasi yang kuat melalui penyelenggaraan Liga Putri. Ini diungkapkan oleh Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, dalam pertemuan terbarunya dengan sejumlah klub yang akan mengikutsertakan tim putrinya ke liga tersebut. Kehadiran Liga Putri dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat basis pemain wanita dan menumbuhkan minat masyarakat terhadap olahraga ini.

Persiapan untuk Liga Putri

Pertemuan Erick Thohir dengan operator liga, I.League, serta klub-klub yang menjadi peserta, membahas beberapa aspek kunci. Salah satunya adalah jadwal kompetisi yang disusun agar selaras dengan kegiatan Timnas Indonesia Putri. Hal ini diharapkan dapat mengintegrasikan pembinaan pemain dan pencapaian prestasi sekaligus.

Saya berpesan agar Liga Putri berjalan selaras dengan jadwal Timnas Indonesia Putri agar pembinaan dan prestasi bisa berjalan beriringan,

kata Erick Thohir. Ia juga menekankan pentingnya menjaga profesionalisme, kebersihan, dan keselamatan dalam setiap pertandingan. PSSI berharap Liga Putri mampu menjadi wadah kompetitif yang menarik serta mendukung pertumbuhan olahraga putri secara keseluruhan.

Dalam upayanya menumbuhkan sepak bola putri, PSSI telah menargetkan Liga Putri dimulai pada Oktober 2026. Ini menjadi awal dari kompetisi yang diharapkan melibatkan enam tim, antara lain Persita, Persija, Bekasi FC, Persikad, Garudayaksa, dan Dewa United. Kehadiran klub-klub tersebut dianggap sebagai bentuk komitmen untuk membangun ekosistem sepak bola putri yang lebih solid.

Penyelenggaraan Liga Putri Sebagai Kebangkitan

Proyeksi Liga Putri ini juga menjadi bagian dari upaya PSSI menghidupkan kembali kompetisi sepak bola putri nasional. Sejak lama, sektor ini mengalami penurunan akibat kurangnya dukungan finansial, infrastruktur yang tidak memadai, serta minimnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya olahraga putri. Dengan adanya liga baru, PSSI berharap dapat mengembalikan momentum kebangkitan ini.

Saat ini, sepak bola putri Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Setelah Liga 1 Putri dihentikan pada 2019, kompetisi sepak bola putri nasional sempat vakum hingga beberapa tahun terakhir. Kehilangan kesempatan berkompetisi secara teratur membuat pemain wanita sulit berkembang secara optimal. Erick Thohir menilai, Liga Putri akan menjadi pilar penting untuk memulihkan kondisi tersebut.

PSSI juga berharap liga ini dapat menarik perhatian lebih banyak pemain muda, serta meningkatkan kualitas pertandingan. Ia menekankan bahwa Liga Putri tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk mengasah keterampilan, menginspirasi generasi berikutnya, dan membangun citra positif bagi sepak bola putri di tingkat nasional.

Liga Putri akan menjadi kompetisi yang melahirkan talenta, menjaga sportivitas, dan membawa sepak bola putri Indonesia melangkah lebih jauh,

ujar Erick Thohir. Pernyataan ini menggambarkan visi jangka panjang PSSI dalam menumbuhkan bakat pemain wanita dan memperkuat keberadaan sepak bola putri sebagai bagian dari olahraga nasional.

Sebelumnya, Liga 1 Putri yang diselenggarakan pada 2019 menjadi penyelenggaraan terakhir bagi kompetisi sepak bola putri. Saat itu, Persib Putri berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Tira-Persikabo Kartini dengan agregat 6-1 dalam partai final. Hasil tersebut menjadi kenangan, namun mengingatkan betapa pentingnya kompetisi sebagai penggerak utama perkembangan olahraga putri.

Persiapan Liga Putri 2026 juga melibatkan pembentukan struktur yang lebih rapi. I.League, sebagai operator liga, diharapkan dapat memastikan sistem pertandingan yang adil, pengelolaan yang profesional, serta peningkatan kualitas pertandingan. Erick Thohir menegaskan bahwa keberhasilan Liga Putri tergantung pada kolaborasi antara klub, operator, dan pihak terkait lainnya.

Dewa United, Persija, dan Persita menjadi beberapa klub yang turut terlibat dalam pembentukan Liga Putri. Keseriusan mereka untuk memasukkan tim putri ke dalam liga menunjukkan komitmen yang besar. Dengan adanya liga ini, para pemain putri diharapkan bisa meraih peluang berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka di level nasional.

Menurut Erick Thohir, Liga Putri juga akan menjadi kekuatan yang mendorong minat masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, terhadap sepak bola putri. Ia menilai, kompetisi ini adalah jembatan untuk membangun generasi baru pemain wanita yang kompeten dan berprestasi. Kehadiran Liga Putri diharapkan dapat mengubah paradigma bahwa sepak bola putri hanya sekadar olahraga sekunder.

Dengan tata kelola yang lebih baik, kompetisi Liga Putri diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pertandingan, tetapi juga meningkatkan kinerja Timnas Indonesia Putri. Erick Thohir menyebut, liga ini menjadi langkah awal menuju pemulihan sepak bola putri yang lebih mapan. Ia yakin, keberhasilan Liga Putri akan menarik minat investor, sponsor, dan publik secara luas.

PSSI juga mengambil langkah konkret dalam meningkatkan kualitas liga. Hal ini mencakup pembinaan pemain, peningkatan infrastruktur, serta pengelolaan kompetisi yang transparan. Dengan adanya Liga Putri, PSSI berharap dapat membangun sistem yang lebih kuat dan berkelanjutan, serta menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan sepak bola putri Indonesia.