Pramono usul PLTSa dibangun di tiga tempat guna atasi persoalan sampah

Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) terkait upaya menangani sampah perkotaan melalui konversi limbah menjadi energi. Selama acara tersebut, ia membagikan momen di akun Instagram @pramonoanungw, menyoroti pentingnya peralihan sistem pengolahan sampah dari metode “landfill” ke pendekatan “waste to energy”.

Dalam sesi Rakortas, Pramono menyarankan tiga titik lokasi untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), yaitu Bantargebang, Rorotan, dan Sunter. Ia menjelaskan bahwa setiap lokasi akan memiliki kapasitas pengolahan yang berbeda, dengan estimasi volume sampah yang ditangani per hari.

“Jika implementasinya berhasil, Bantargebang akan menampung sekitar 3.000 ton sampah setiap hari, terdiri dari 2.000 ton limbah baru dan 1.000 ton sampah lama yang diambil dari area tersebut,” ujar Pramono.

“Rorotan akan menampung 2.000 ton per hari, dengan semua sampah tersebut merupakan baru. Sedangkan di Sunter, ITF Sunter, kapasitasnya sekitar 2.500 ton, yang semuanya berupa sampah baru,” tambahnya.

Pramono menambahkan bahwa dengan operasional PLTSa dan “Refuse Derived Fuel” (RDF) di Rorotan, volume sampah yang ditangani bisa mencapai antara 6.500 hingga 7.000 ton setiap hari. Hal ini diharapkan dapat mengurangi beban pengolahan di Bantargebang sebesar 1.000 ton per hari.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Saya yakin langkah ini akan mengurangi volume sampah yang ada di Bantargebang. Ini adalah salah satu strategi yang akan kami terapkan,” tutur Pramono.

Dalam tulisan keterangannya, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Jakarta sedang mengevaluasi sistem pengelolaan sampah, dengan fokus pada peningkatan pemanfaatan energi terbarukan. Tujuan utama dari Rakortas ini adalah mengurangi ketergantungan pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), serta mendukung target nasional pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

“Mohon doa dan dukungan agar sinergi kami berjalan lancar, serta bisa membawa perubahan positif untuk pengelolaan sampah di Jakarta,” pungkas Pramono.