Sikap Eropa terbelah soal serangan AS-Israel terhadap Iran

Brussels (ANTARA) – Negara-negara Eropa memperlihatkan perbedaan pendapat dalam menanggapi serangan AS-Israel terhadap Iran, di tengah upaya Amerika Serikat mendorong sekutu Eropa untuk mendukung operasi militer tersebut. Beberapa anggota Uni Eropa (UE) dan Inggris menekankan perlunya menghormati hukum internasional serta mendorong deeskalasi konflik. Namun, keberagaman pendapat tersebut belum diikuti oleh strategi yang selaras, terutama saat krisis Timur Tengah memperlihatkan potensi dampak global.

Trump kritik keraguan pemerintah Eropa

Pada Rabu (4/3), Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan Presiden AS Donald Trump mengharapkan “semua sekutu Eropa” mengambil sikap mendukung serangan AS dan Israel. Trump secara terbuka mengkritik ketidaksetujuan beberapa pemerintah Eropa dan menyindir Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer setelah London menolak mendukung operasi militer tersebut.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Ini bukan Winston Churchill yang kita hadapi,” kata Trump, merujuk pada pendirian Starmer bahwa Inggris tidak mendukung “perubahan rezim dari langit.”

UE dorong pengendalian diri dan solusi diplomatik

Uni Eropa menyerukan pengendalian diri maksimal dari semua pihak serta peningkatan upaya diplomatik untuk mencegah eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah. Mereka memperingatkan bahwa perang berkepanjangan bisa menyebabkan konsekuensi serius bagi dunia. Para menteri luar negeri UE menggelar konferensi darurat melalui video setelah pecahnya permusuhan, guna mengevaluasi situasi di Iran dan wilayah sekitarnya.

Dalam pernyataan bersama, blok tersebut menyatakan “keprihatinan mendalam” dan menekankan perlunya menjaga ketertiban. Juru bicara Komisi Eropa mengatakan UE akan terus mendukung solusi diplomatis untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir. Selain itu, blok tersebut meminta perlindungan terhadap warga sipil serta penerapan hukum internasional, termasuk Piagam PBB dan hukum humaniter.

“Tanpa memulihkan hukum internasional dan akuntabilitas, kita akan terus menyaksikan pelanggaran hukum, gangguan, dan kekacauan,” kata Kaja Kallas, Kepala Kebijakan Luar Negeri UE.

Pendekatan Inggris: Kritik dan diplomasi

Inggris mengambil sikap hati-hati dengan menggabungkan kritik terhadap Iran dan ajakan untuk melakukan negosiasi. Starmer menjelaskan keputusan negara untuk tidak terlibat dalam serangan tersebut dengan mengatakan solusi terbaik adalah “kesepakatan yang dinegosiasikan dengan Iran, di mana mereka melepaskan ambisi nuklirnya.”

Sebelumnya, Inggris membatasi penggunaan pangkalan Diego Garcia oleh AS, tetapi kemudian mengizinkan fasilitas itu digunakan untuk menunjang pertahanan kawasan dan keamanan Israel. Negara tersebut juga meningkatkan kehadiran militer defensif di wilayah dengan mengerahkan jet Typhoon tambahan ke Qatar.

Prancis dan Belanda: Perbedaan prioritas

Prancis menekankan perlunya menjunjung hukum internasional, dengan Presiden Emmanuel Macron memperingatkan bahwa tindakan militer yang melanggar aturan tersebut bisa merusak stabilitas global. Ia menyerukan diskusi darurat di Dewan Keamanan PBB. Paris berupaya menghindari konfrontasi langsung dengan Washington, namun mengecam serangan balasan dari Iran.

Prancis mengizinkan kehadiran sementara pesawat AS di sejumlah pangkalan dengan syarat pesawat tersebut tidak digunakan untuk menyerang Iran, hanya mendukung operasi pertahanan kawasan. Negara ini juga mengerahkan kapal induk Charles de Gaulle dan aset militer lainnya ke wilayah tersebut untuk melindungi kepentingannya, termasuk pangkalan di Abu Dhabi.

PM Belanda Rob Jetten mengakui ancaman yang ditimbulkan Iran terhadap keamanan kawasan, tetapi menilai serangan AS-Israel tidak selaras dengan hukum internasional.

Jerman dan Spanyol: Dukungan terhadap AS

Jerman lebih mendukung langkah AS, dengan Kanselir Friedrich Merz menggambarkan Iran sebagai ancaman utama dan menyebut sanksi serta diplomasi selama puluhan tahun gagal menghentikan aktivitas destabilisasi Teheran. Dalam kunjungannya ke Gedung Putih, Trump memuji Merz sebagai “pemimpin yang sangat baik” serta menyoroti keputusan Berlin yang mengizinkan pasukan AS menggunakan Pangkalan Udara Ramstein.

Merz menyatakan pemerintah Barat memiliki kepentingan bersama untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, tetapi memperingatkan risiko konflik berkepanjangan. “Perang tanpa akhir bukan kepentingan kita,” ujarnya, menambahkan bahwa runtuhnya Iran bisa berdampak luas pada energi, keamanan, dan migrasi Eropa.

PM Spanyol Pedro Sánchez menggambarkan serangan terhadap Iran sebagai “kesalahan luar biasa” dan memperingatkan konflik bisa mengancam stabilitas global. Madrid juga menolak mengizinkan pasukan AS menggunakan pangkalan udara dan la…