Harapan Nadiem Dijenguk Keluarga Saat Lebaran di Rutan
Pertama kali merayakan Lebaran di dalam tahanan, Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan kekesalan karena harus terpisah dari keluarga. Ia menjadi terdakwa dalam kasus korupsi terkait pengadaan laptop Chromebook. Perkara ini melibatkan dugaan kesalahan saat ia menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek).
Proyek tersebut disebut menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 2,1 triliun. Nadiem telah mengajukan eksepsi, namun hakim menolak dan mengarahkan proses ke tahap pembuktian. Ia berharap kehadiran keluarga bisa diwujudkan saat Lebaran mendatang.
“Harapan saya keluarga bisa berkunjung ke saya di hari Lebaran nanti, gitu, karena ini Lebaran pertama di mana saya terpisah dari keluarga. Jadi ya cukup sedih,” ujar Nadiem Makarim sebelum persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).
Sementara itu, Nadiem menyampaikan rasa syukur karena masih bisa menjalani ibadah puasa. Ia juga menjelaskan sedang menjalani perawatan medis untuk pemulihan kesehatannya. “Ya Alhamdulillah walaupun saya masih dalam perawatan ya karena kondisi medis, saya masih Alhamdulillah bisa berpuasa, sama teman-teman di Rutan juga,” tambahnya.
Nadiem sempat mengajukan permohonan penangguhan penahanan pada Senin (23/2/2026). Permintaan ini didasari alasan kesehatan, disampaikan oleh pengacara Zaid Mushafi ke majelis hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta. Ketua majelis hakim Purwanto S Abdullah menyatakan akan mengambil waktu untuk berdiskusi dan mempertimbangkan permohonan tersebut.
Permintaan penangguhan penahanan Nadiem Makarim mencakup upaya pengalihan jenis penahanan. “Ini ada permohonan kepada majelis hakim untuk pengalihan jenis penahanan dan/atau penangguhan penahanan, demikian ya. Yang pada pokoknya alasan kesehatan ya. Untuk selanjutnya terhadap permohonan ini, nanti majelis hakim akan menyikapi dan bermusyawarah,” tutur Purwanto S Abdullah.
Saksi dalam persidangan menyebutkan Nadiem digaji ratusan juta rupiah dari dana APBN. Ini menjadi salah satu poin yang dibahas dalam kasus korupsi Chromebook. Sementara itu, Nadiem juga mengungkapkan rasa sedih karena menjalani Ramadan di rutan dan tidak bisa berkumpul dengan anak-anaknya. Ia menekankan suasana buka puasa bersama dengan tahanan lain masih ia rasakan.
“Jadi saling mendukung, paling nggak ada suasana buka bersama gitu ya. Jadi alhamdulillah, tapi ya sedih sekali bahwa nggak bisa bersama keluarga saya, dengan anak-anak saya. Itu yang sangat menyedihkanlah buat saya,” ucap Nadiem.
Perkara korupsi Chromebook ini telah memasuki babak pembuktian. Nadiem berharap kehadiran keluarga bisa menjadi semangat dalam menjalani proses hukum.

