Menperin tegaskan industri RI tangguh di tengah gangguan bahan baku

Di Jakarta, Rabu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri dalam negeri tetap mampu bertahan meski menghadapi tantangan pasokan bahan baku akibat ketidakpastian geopolitik global. Ia menyoroti bahwa masalah ini tidak hanya memengaruhi sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), tetapi juga terjadi di berbagai industri lain di seluruh dunia.

“Bahan baku pasti menjadi isu yang terkhusus dan terpenting dari ketidakpastian geopolitik yang kita hadapi,” ujar Menperin.

Menperin berpendapat bahwa tantangan ini bisa diatasi dengan sikap optimis, sebab ia meyakini ketidakpastian geopolitik dunia akan segera berakhir. “Kita harus optimis bahwa ketidakpastian geopolitik ini sudah cukup lama, tapi akan selesai dalam waktu yang dekat,” katanya.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Dalam menjelaskan, Menperin mengambil contoh pengalaman Indonesia selama pandemi COVID-19. “Selama pandemi, industri dalam negeri menunjukkan ketangguhan luar biasa, bahkan mampu bangkit lebih cepat daripada banyak negara lain,” tuturnya. Ia menekankan bahwa daya tahan industri nasional tetap kompetitif di tengah dinamika global.

Upaya Mitigasi untuk Memastikan Kestabilan Industri

Menperin menjelaskan bahwa tantangan pasokan dan pasar bukan hanya dialami Indonesia, tetapi juga menjadi fenomena umum di seluruh dunia. “Sekali lagi, permasalahan supply dan market tidak hanya berlaku di Indonesia,” kata Agus.

Sebelumnya, Menperin menyoroti bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi memicu volatilitas harga energi global, mengganggu jalur perdagangan internasional, serta meningkatkan biaya logistik dan bahan baku industri. “Kami terus memantau perkembangan konflik di kawasan tersebut karena menjadi pusat energi dunia dan jalur logistik kritis,” jelasnya.

Konflik tersebut juga berdampak pada penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi perdagangan minyak. Dengan sekitar seperlima pasokan minyak melewati jalur ini, kejadian seperti itu tentu memengaruhi kelancaran rantai pasok bahan baku industri.

Pihaknya terus mengambil langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan industri nasional. Langkah-langkah tersebut meliputi penguatan struktur industri hulu, peningkatan penggunaan bahan baku lokal, serta diversifikasi pasar ekspor. “Penguatan industri hulu dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri menjadi sangat penting agar industri manufaktur tidak terlalu bergantung pada pasokan global,” ujarnya.

Kemenperin juga mendorong peningkatan efisiensi energi di sektor industri, serta percepatan transisi menuju industri hijau untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang rentan terhadap fluktuasi geopolitik. Selain itu, instansi tersebut terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri, asosiasi, dan kementerian terkait, agar manufaktur tetap tumbuh dalam kondisi ekonomi yang dinamis.

Pemerintah telah menyiapkan langkah strategis lain, seperti penguatan ketahanan pangan dan energi nasional, yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Hal ini bertujuan untuk mengurangi dampak konflik global terhadap industri dalam negeri.