Pemkab Malteng Perkuat Pangan Lokal Melalui Tradisi Kora Inasua

Ambon – Dalam upaya menguatkan warisan kuliner tradisional, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) menyelenggarakan Festival Kor’a Inasua di Kecamatan Teon Nila Serua (TNS). Acara ini bertujuan mempertahankan budaya lokal sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, dalam wawancara di Maluku Tengah, Selasa, menjelaskan bahwa penguatan budaya pangan lokal seperti inasua harus selaras dengan pelestarian lingkungan dan sumber daya alam.

“Sebagai pangan tradisional, inasua menjadi bagian dari identitas masyarakat pesisir di Maluku, khususnya TNS. Dalam hal ini, menjaga laut berkorelasi langsung antara kelestarian lingkungan dengan keberlanjutan budaya dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Festival ini menjadi ruang ekspresi budaya, edukasi konservasi, serta penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan produk inasua. Inasua, yang merupakan makanan tradisional berupa ikan yang difermentasi, kini diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia sejak 2015. Produk ini dibuat dengan cara pengawetan menggunakan garam, yang berkembang sebagai solusi mengatasi keterbatasan pangan selama musim angin.

Upaya penguatan kapasitas masyarakat, terutama perempuan, menjadi prioritas utama melalui berbagai pelatihan. Kegiatan itu mencakup peningkatan kualitas produksi inasua yang higienis dan aman konsumsi, literasi keuangan, hingga pengembangan produk dan strategi pemasaran. Selain itu, generasi muda juga dilibatkan melalui edukasi lingkungan, lomba konten media sosial, serta permainan berbasis konservasi guna menumbuhkan kesadaran menjaga laut sejak dini.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Camat Teon Nila Serua Ronald Wonmaly menilai acara tersebut sebagai kesempatan strategis untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pemanfaatan sumber daya laut secara bijak. “Kami mendorong masyarakat untuk terus menjaga praktik-praktik lokal yang arif dalam memanfaatkan hasil laut. Festival ini menjadi ruang belajar bersama tentang pentingnya laut yang sehat bagi kehidupan sehari-hari,” katanya.

Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) turut berperan dalam penyelenggaraan festival melalui program kelautan yang berfokus pada penguatan budaya lokal, edukasi konservasi, serta pengembangan ekonomi masyarakat pesisir. Direktur Program Kelautan YKAN Muhammad Ilman mengatakan, praktik tradisional seperti inasua mencerminkan nilai efisiensi dan keberlanjutan yang sejalan dengan upaya konservasi.

“Penguatan adat dan budaya lokal merupakan fondasi penting dalam mendorong praktik perikanan berkelanjutan. Ketika masyarakat menjaga tradisinya, pada saat yang sama mereka juga menjaga ekosistem laut,” ujarnya.

Festival Kor’a Inasua diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat adat, dan mitra pembangunan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir. Selain itu, acara ini menegaskan bahwa laut yang sehat merupakan prasyarat utama bagi keberlangsungan budaya dan ekonomi masyarakat pesisir.