Topics Covered: Pemerintah tegaskan transformasi digital fondasi pertumbuhan ekonomi
Pemerintah tegaskan transformasi digital fondasi pertumbuhan ekonomi
Topics Covered - Transformasi digital menempati posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, menurut Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian. Menteri ini menyatakan bahwa inisiatif digitalisasi menjadi batu loncatan utama untuk mencapai target pertumbuhan nasional 8 persen pada 2029. Dalam deklarasi resmi, mereka memaparkan bahwa infrastruktur digital—termasuk pusat data, kecerdasan buatan (AI), dan keamanan siber—harus diperkuat secara sistematis agar dapat menjadi fondasi yang kokoh. Angka 8 persen ini tidak hanya menjadi harapan, tetapi juga komitmen yang diucapkan dengan serius, dengan kekuatan kolaborasi antara berbagai sektor sebagai kunci utama.
Peran Transformasi Digital
Kemenko Bidang Perekonomian menekankan bahwa digitalisasi tidak hanya sebatas alat, tetapi juga menjadi komponen inti dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih adaptif dan kompetitif. Ali Murtopo Simbolon, sebagai Deputi Koordinasi Perdagangan dan Ekonomi Digital, mengungkapkan bahwa hal ini selaras dengan kebijakan Presiden yang mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi. Regulasi tersebut menitikberatkan pada penguatan infrastruktur digital sebagai pilar utama.
“Infrastruktur digital yang tangguh, yakni pusat data, AI, dan keamanan siber adalah fondasi yang akan menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan Indonesia,” kata Ali.
Dalam konteks ini, Kemenko menggarisbawahi bahwa pendekatan holistik diperlukan untuk memastikan keberhasilan transisi ekonomi. Hal ini mencakup tidak hanya pembangunan teknologi, tetapi juga perbaikan regulasi, pelatihan sumber daya manusia, serta integrasi inovasi ke dalam setiap sektor usaha. Ali menegaskan bahwa pilar-pilar ini harus didukung oleh kebijakan yang konsisten dan ekosistem yang siap mendorong pertumbuhan secara berkelanjutan.
Penguatan Konektivitas Digital
Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Aju Widia Sari, menambahkan bahwa kolaborasi antar sektor merupakan pendekatan kritis untuk mempercepat perkembangan digital. Ia menyebutkan bahwa meningkatkan akses ke teknologi serta mengembangkan sistem yang kuat menjadi tugas utama pemerintah.
“Penguatan konektivitas digital yang meliputi percepatan pembangunan pusat data, pengembangan ekosistem AI, dan penguatan ketahanan siber adalah pilar strategis untuk pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Aju.
Menurut Aju, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga-lembaga kebijakan menjadi penting agar Indonesia bisa berkembang sebagai pelaku aktif, bukan hanya pengguna teknologi. Dengan membangun kerja sama yang solid, pemerintah berharap bisa menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi sekaligus memperkuat daya saing negara di panggung global. Forum Nasional yang diadakan pada awal pekan ini adalah salah satu upaya konkrit untuk menggencarkan kolaborasi tersebut.
Forum Nasional sebagai Langkah Strategis
Forum Nasional bertajuk “Indonesia Digital Leap: Akselerasi Ekosistem Data Center, AI & Keamanan Siber untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional” menjadi ruang diskusi penting bagi para pemimpin industri, regulator, dan pemangku kebijakan. Acara ini menampilkan lebih dari 200 peserta yang terpilih, termasuk tokoh-tokoh yang secara langsung terlibat dalam membangun infrastruktur digital. Tujuan utama dari forum ini adalah mendorong percepatan ekosistem teknologi, termasuk peluncuran kebijakan nasional, peta jalan regulasi, dan prioritas investasi.
Dalam sesi diskusi, para peserta tidak hanya membahas peluang dalam transformasi digital, tetapi juga menyoroti tantangan yang dihadapi. Penguatan sistem data center, misalnya, memerlukan kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta untuk memastikan ketersediaan sumber daya yang memadai. Sementara itu, pengembangan AI menjadi fokus utama dalam mempercepat efisiensi bisnis dan layanan publik. Selain itu, keamanan siber juga diperlakukan sebagai hal yang sangat kritis, mengingat ketergantungan pada teknologi yang meningkat.
Penyebaran Kebijakan dan Konferensi Digital
Dalam rangka menyebarluaskan kebijakan dan inisiatif yang telah disusun, pemerintah mengadakan forum Nasional sebagai bentuk koordinasi lintas sektor. Selain itu, forum ini menjadi momen untuk memperkenalkan beberapa kegiatan besar yang akan dilaksanakan di 2026. Dua acara utama yang akan diselenggarakan adalah Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI Series 2026) dan Cyber Resilience & Defense Conference & Expo (CRD-CX) 2026. Kedua konferensi tersebut akan digelar pada 5–6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan.
DTI Series 2026, sebagai platform B2B terbesar di Indonesia, akan menampilkan lebih dari 450 solusi teknologi dari 199 perusahaan. Acara ini akan menyediakan 133 sesi konferensi dengan setidaknya 260 pembicara, serta menerima 13.000 pengunjung dari berbagai industri. Sementara CRD-CX 2026 fokus pada penguatan ketahanan siber dan keamanan digital. Keduanya dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan keberhasilan ekosistem digital nasional.
Dengan mengekspos berbagai inisiatif, pemerintah berharap mendorong keterlibatan aktif sektor swasta dan masyarakat. Kegiatan-kegiatan seperti DTI Series dan CRD-CX bukan hanya sebagai sarana presentasi, tetapi juga sebagai ajang untuk menyebarluaskan rekomendasi kebijakan yang mendukung visi ekonomi digital Indonesia. Melalui forum dan konferensi ini, pemerintah berupaya menempatkan transformasi digital sebagai faktor penentu dalam menghadapi era ekonomi global yang semakin cepat berubah.
Soft launching DTI Series 2026 dan CRD-CX 2026 menandai langkah awal pemerintah dalam menggerakkan kolaborasi bersama sektor swasta. Pemimpin industri diharapkan bisa memanfaat